Bolmong

Kembali Memanas, Ratusan Masyarakat Tiberias Larang PT Melisya Sejahtera Panen Kelapa di Lahan HGU

BOLMONG— Ratusan massa, yang berasal dari Desa Tiberias, Kecamatan Poigar Kabupaten Bolmong melarang pelaksanaan panen kelapa oleh PT Malisya Sejahtera, di lahan Hak Guna Usaha (HGU), Selasa (25/9).
Informasi yang dihimpun, pelaksanaan panen kelapa oleh PT Malisya Sejahtera, di lahan HGU  Desa Tiberias Kecamatan Poigar itu, dilarang sekira 100 orang, masyarakat Desa Tiberias, dengan Koodinator Lapangan (Koorlap) Abner Patras.
Situasi di lokasi perkebunan PT Melisya Sejahtera sempat memanas setelah kelompok massa yang selama ini menolak keberadaan melarang, PT Malisya Sejahtera akan melaksanakan panen kelapa.
Kelompok massa  mengumpulkan massa dengan cara mengetuk tiang listrik, sehingga massa berkumpul dengan membawa peralatan kayu dan menyebabkan arus lalu lintas di jalan Trans Sulawesi terganggu karena sebagian massa berkumpul di jalan.
Selanjutnya, Polsek Poigar dan Lolak bersama Babinsa Koramil 1303-10/Poigar Serda Rudianto Kartarejo tiba di TKP dan berusaha menenangkan serta menghimbau kepada masyarakat Tiberias agar tidak melakukan tindakan anarkis.
Namun masyarakat diduga melawan dengan mengeluarkan kata-kata kotor aparat Kepolisian Polsek Poigar, Polsek Lolak dan anggota Koramil 1303-10/Poigar.
Pada saat bersamaan Babinsa Serda Rudianto Kartorejo, mendapat ancaman benda tajam atau parang dari salah satu masyarakat inisial YG, Serda Rudianto Kartorejo menghindar dan mundur ketempat aman.
Massa juga mengejar dengan menggunakan parang salah satu anggota Kepolisian Polres Bolmong Bribda Riko Lempas, kemudian anggota tersebut mundur dan mengamankan diri.

Camat Poigar Drs Dedi R. Mokodongan turun langsung di TKP dan berusaha menghentikan pelaksanaan panen kelapa untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Ratusan massa menjarah dan mengangkut seluruh kelapa yang sudah di panen pihak perusahan dan dibawa kerumah mereka masing-masing di Desa Tiberias.
Setelah selesai menjarah dan mengangkut kelapa, masyarakat massa membubarkan diri dan kembali ke rumah masing masing.
Pada pukul 12.30 wita 2 unit kendaraan aparat Kepolisian Polres Bolmong tiba di TKP. Situasi saat ini di lokasi sudah aman dan terkendali.
Sebelumnya, permasalahan antara PT Malisya Sejahtera dengan kelompok masyarakat sudah diputus oleh Mahkama Agung (MA) dan dimenangkan PT Malisya, namun kelompok Abner Patras masih bersekukuh untuk menguasai lahan tersebut.
Kuasa Hukum PT Malisya Sejahtera Martin Risman Simajuntak membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kami sangat menyayangkan tindakan tersebut bahkan sampai anarkis,” katanya.
Menurutnya, PT Malisya Sejahtera sudah memiliki legalitas yang jelas terhadap lahan HGU dan sudah melalui proses sampai di Mahkamah Agung. “Hasilnya kepemilikan lahan HGU tersebut sudah sah dikelola PT Malisya Sejahtera,” jelasnya.
Kejadian hari ini sudah anarkis, karena kelompok massa ada yang menggunakan senjata tajam dan peralatan lainnya serta melakukan pengancaman. Saat ini PT Malisya Sejahtera telah melaporkan ke Polsek Poigar. “Kami berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti laporan tersebut dan diproses secara hukum,” harapnya. (Ind)
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: