Bolmong

Bawaslu Provinsi Sosialisasi Pemilu Partisipatif di Bolmong

BOLMONG— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),  menggelar sosialisasi Pemilu Partisipatif dalam rangka pengawasan tahapan pemilu anggota DPD,  DPR,  DPRD dan presiden dan wakil presiden. Kegiatan ini digelar digedung Rahmadina Lolak, Kamis, (24/05).
Ketua Panwaslu Kabupaten Bolmong Pangkerego mengatakan, dalam sosialisasi yang dilaksanakan dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari organisasi kemasyarakatan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) organisasi keagamaan, organisasi pemuda, seluruh Panwas Kecamatan, para wartawan, elemen masyarakat serta dihadiri Pimpinan Bawaslu Sulut Kenly Poluan, adalah upaya mendongkrak partisipasi dalam rangka pengawasan Pemilu. “Ya, kami meminta seluruh elemen dan masyarakat untuk sama-sama menjaga jalannya pemilu 2019 nanti. Untuk saat ini kita harus menjaga pemasangan alat-alat peraga kampanye itu tidak boleh. Karena belum masuk pada tahapan,” kata Pangkerego.
Sementara itu, Komisioner Panwaslu Bolmong Jerry Mokoolang SH, Bidang Hukum dan Penindakan Pelanggaran dala materinya menegaskan, terkait money politik juga saat ini telah dilarang. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat turut andil dalam kampanye hitam. “Isu sara, silahkan laporkan kepada kami jika ada seperti itu, pasti akan langsung ditindak,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, saat ini juga sudah banyak bacaleg yang mulai melaksanakan kampanye. Padahal belum ada jadwal. “Ini kembali kami tegaskan, belum waktunya. Apalagi di tempat-tempat ibadah, Kantor Pemerintahan maupun di Kantor Desa,” jelas Mokoolang.
Di sisi lain, Pimpinan Bawaslu Sulut Kenly Poluan mengatakan, tujuan dari berbagai kegiatan sosialisasi pemilu partisipatif seperti ini, mengakomodir peran serta masyarakat luas dalam mengawasi penyelenggaraan pemilihan umum. “Terbitnya undang-undang Nomor 7 tahun 2017 memberi warna baru dalam penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia yaitu dengan pelibatan masyarakat secara partisipatif dalam pengawasan pemilihan umum sesuai dengan jargon Pemilihan Umum Republik Indonesia yakni bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu,” katanya mengakhiri. (Ind)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: