Bolmong

Pembangunan 650 Unit BSPS Masuk Tahap Sosialisasi

Dadang Nugroho
BOLMONG— Program Pemerintah Pusat (PP) untuk membangun 1 Juta rumah di seluruh Indonesia. Didukung penuh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Ya, diketahui program Peresiden Joko Widodo tersebut akan terus disukseskan di Bolmong.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Dadang Nugroho, menuturkan, sebanyak 650 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tersebut, dari APBD 240 unit dengan anggaran Rp 3,6 M, sedangkan APBN¬† 410 unit anggaran sebesar Rp 6,1 M. Dan sudah masuk dalam tahap sosialisasi. “Untuk tahun ini, dari 650 unit tersebut, 240 APBD dan 410 dari APBN. Jadi total keseluruhannya sekitar Rp 9,7 M. Sedangkan untuk pembangunannya Triwulan Dua ini sudah mulai direalisasikan minimal 50 persen,” kata Dadang, Kamis, (19/4).
Dia menambahkan, untuk mekanisme penerimaan BSPS masih seperti tahun lalu. Setiap Kepala Keluarga (KK) mendapat Rp 15 juta yang terbagi dalam dua tahap. “Tahap pertama Rp 7.500.000 begitupun tahap kedua. Jadi kita usahakan secepatnya realisasinya segera dijalankan,” jelasnya.
Dalam bantuan ini katanya, tersebar di 15 Kecamatan se Bolmong, sedangkan untuk realisasinya hanya kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. “BSPS ini disebarkan di 15 Kecamatan. Penerima bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang dianggap masih berpenghasilan rendah dan belum mempunyai rumah yang layak,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk tahap realisasi ini langsung masuk ke rekening masing-masing masyarakat penerima bantuan. “Kita langsung bekerja sama dengan toko dan pihak bank untuk melakukan mou. Bantuan ini langsung diberikan dengan bentuk barang. Jika bantuan ini tidak direalisasikan dan tidak dipergunakan masyarakat, nantinya akan mendapat sanksi. Makanya Kewajiban dari penerima harus melaksanakan bantuan ini,” tegasnya.
Dirinya berharap, penerima harus memanfaatkan bantuan dari pemerintah ini dengan semestinya. “Program ini dilaksanakan tiap tahun, tapi jika target sudah selesai maka akan dihentikan. Pemberhentian ini dilakukan jika warga bolmong keselurahannya sudah memiliki rumah yang layak huni,” katanya mengakhiri. (Ind)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: