Bolmong

Sudah 38 Kasus DBD di Bolmong

BOLMONG –  Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), tak bisa dianggap enteng. Pasalnya, tak sedikit yang terkena penyakit berbahaya ini, berujung hingga kematian. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow (Bolmong) dr Erman Paputungan mengatakan, hingga bulan Oktober tahun ini, tercatat sudah  38 orang yang positif terkena penyakit mematikan tersebut. “Hingga Oktober, ada 38 kasus DBD. Terakhir enam kasus dari Kecamatan Dumoga Barat dan tiga kasus dari Dumoga Utara,” kata Erman.
Menurutnya, peningkatan kasus DBD di Bolmong  akibat dipengaruhi beberapa faktor,  cuaca yang  selalu hujan. Katanya, meski DBD sudah mencapai 38 kasus. Namun penderita penyakit akibat gigitan nyamuk Aydes Aygepti tersebut di Bolmong belum ada yang meninggal dunia.  “Dengan adanya beberapa kasus, pihaknya terus melakukan desiminasi informasi tentang DBD, berkoordinasi dengan pihak terkait, lalu langkah selanjutnya melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Galakkan 3Mplus, dan dilakukan fogging. “Kita
mengutamakan gerakan PSN diantaranya fogging, tapi kebersihan lingkungan dulu baru melakukan fogging,” imbuhnya.
Lanjutnya lagi, DBD merupakan penyakit berbahaya akibat serangan virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Jika nyamuk tersebut menggigit manusia, maka virus tersebut akan masuk ke dalam pembuluh darah korban dan menyebabkan korban tersebut mengalami demam yang parah yang dapat berujung pada kematian. “Jadi, harus selalu waspada terhadap serangan penyakit berbahaya ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memberantas penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, nyamuk akan sulit berkembang biak sehingga resiko demam berdarah pun bisa ditekan. “Memang sangat sulit untuk memberantas demam berdarah. Kendati berbagai cara, seperti penyemprotan dan lain sebagainya. Namun, ini bukan berarti bahwa usaha kita untuk memerangi wabah demam berdarah tersebut hanya sia-sia belaka, kita tetap perlu melakukan tindakan-tindakan pencegahan untuk terus menekan penyebaran penyakit ini sehingga resiko kita untuk menjadi korban menjadi semakin kecil,” pungkas mantan direktur RSUD Datoe Binangkang ini. (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: