BolmongKriminal

Terkutuk! Siswa SMP Kelas Tiga, Diduga Dicabuli Gurunya

BOLMONG— Dunia pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) harus mendapat perhatian serius. Mengapa tidak, belum selesai kasus pemukulan orang tua murid terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) baru-baru ini, menyusul kasus seorang guru yang diduga tega mencabuli muridnya.
Malang nasib siswa kelas Tiga SMP Negeri 2 Poigar 14 tahun (Sebut saja Mawar, red). Dirinya harus kehilangan kesuciannya akibat sikap bejat dari gurunya bernama Mas alias MP (39) warga Nonapan 1, Kecamatan Poigar.
 Menurut keterangan Mawar, perbuatan bejat dari oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) , yang tidak lain adalah gurunya itu, pada Kamis 14 Desember 2017 lalu. Katanya, saat itu mereka akan melakukan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Osis (LDKO) di sekolah. “Kejadian tersebut terjadi di ruangan sekolah, tepatnya di ruangan osis. Pada saat guru melakukan hal itu, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena saya dikurung di ruangan osis,” ungkapnya.
Dijelaskan, usai melakukan aksi tak terpuji itu, pelaku yang merupakan pembina osis dalam kegiatan LDKO tersebut, sempat mengancam Mawar agar dirinya tidak memberitahukan perbuatannya kepada orang lain, dengan alasan mengingat nama sekolah, siswa (Mawar, red), dan guru.
Sementara itu, menurut orang tua korban yang meminta namanya tidak dipublis menuturkan, Kejadian ini terungkap, saat beredarnya video rekaman suara dari salah satu murid.  “Saya mendapat informasi, kalau ada rekaman suara aneh yang beredar di sekolah anak saya. Katanya itu adalah anak saya. Saat ditanya ke anak saya, ia tidak mengaku, setelah dibujuk kemudian anak saya langsung mengakuinya,” ungkap orang tua Mawar.
Tak terimah dengan perbuatan bejat dari seorang guru tersebut, orang tua Mawar resmi melapor ke Polsek Poigar, pada Senin 19 Februari lalu.  Dengan nomor polisi, LP/14/II/2018/SEK-PGR TGL 19 FEB tahun 2018. Laporan itu langsung ditindak lanjuti oleh pihak Polsek, dan akhirnya oknum guru itu langsung diamankan.
Kapolres Bolmong AKBP Gani F Siahaan SIK melalui, Kasat Reskrim AKP Hanny Lukas membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya pelaku percobaan pemerkosaan sudah diamankan di Polsek Poigar. “Pelaku sudah diamankan di Polsek Poigar. Saat ini dugaan perbuatan pemerkosaan dalam penyelidikan,” tegasnya.
Terpisah, saat dikonfirmasih, Plt Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Renty Mokoginta ,bahwa dirinya sudah menerima informasi sejak beberapa hari lalu.  “Saya sudah tahu informasi tersebut. Bahkan sebelum hari Selasa saya sudah memanggil kepsek dan oknum pelaku terduga,” bebernya.
Ditambahkan, mendengar informsih tersebut, dia langsung pergi mengunjungi korban dan orangtuanya. Tapi saat ini lanjutnya, kasus sudah ditangani pihak kepolisian. “Ini baru dugaan, belum terbukti. Karena kan kasusnya masih sementara dalam penyelidikan. Kalau terbukti maka akan dipecat tanpa hormat, serta diperkiraan 20 tahun kurungan. Jadi akan diusulkan ke BKPP kemudian ke BKN,” tegasnya.
Ditambahkannya,  sampai sore ini siswa tersebut sementara dalam pengayaan. Karena tidak lama lagi akan menghadapi ujian akhir.  “Saya menelfon ke orangtuanya, anak tersebut sampai sore ini mengikuti pengayaan di sekolah, dan kondisi anak itu sehat-sehat,” katanya.
Dirinya juga mengimbau, supaya guru-guru dapat memperlakukan siswa di sekolah bagaikan anak sendiri. Karena guru di sekolah merupakan orangtua murid. Begitu dengan orangbtua, harus memperhatikan tingkah laku anak setiap harinya. “Apabila ada tingkahlaku anak yang berubah, orangtua langsung menyelidikinya. Dan tetap mengawasi anak,l. Sehingga anak-anak kita terkontrol dan terhindar dari hal yang tidak kita inginkan bersama,” katanya mengakhiri. (Ind)
Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: