Bolmong
Yasti: Budaya Tulude Harus Dilestarikan

BOLMONG— Keberagaman suku dan budaya di Negara Republik Indonesia sangatlah banyak dan patut dipertahankan. Di Sulawasi Utara (Sulut) tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) juga sangat dikenal dengan keragaman etnis yang terbilang unik dan positif.
Ya, Minggu (21/1) kemarin, di Desa Pangi Timur, Kecamatan Sangtombolang melaksanakan upacara adat Tulude. Tulude ini sendiri dikenal dengan adat masyarakat Sulut yakni Masyarakat Nusa Utara sebagai upacara pengucapan syukur terhadap Tuhan Yang Mahakuasa atas berkat selama setahun yang lalu yang telah diberikan kepada umat manusia. “Kabupaten Bolmong sangat terkenal dengan keberagaman suku, etnis dan budayanya. Dan Tulude ini adalah salah satu adat besar dari masyarakat Nusa Utara yang biasa dilakuakan setiap awal tahun. Ini merupakan tradisi warisan budaya adat leluhur, yang harus dipertahankan,” ungkap Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow dalam sambutannya.
Bupati yang disambut dengan Tarian Masamper, yang juga mengikuti ibadah syukur yang dipimpin Pdt. F Kamasaan selaku Sekretaris Sinode GMIBM. Kegiatan yang digagas oleh Jemaat GMIBM ‘Bethesda’ Pangi dan Pemerintah Desa Pangi Bersatu ini, dihadiri Pimpinan Perangkat Daerah, Unsur Forkopimcam Sangtombolang, Tokoh Adat dan Tokoh Agama, serta jemaat setempat.
Dalam kesempatan itu pula, Bupati mengajak masyarakat untuk memaknai perayaan adat ini sebagai wahana kebersamaan dan persaudaraan ini. “Kita semua ini merupakan satu kesatuan masyarakat Bolmong yang cinta persatuan, serta sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya daerah,” katanya.
Lanjutnya, berbagai keberhasilan pembangunan yang telah kita rasakan saat ini, salah satunya merupakan hasil kerja keras dari semua komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Bolmong termasuk masyarakat Desa Pangi. Karena keberhasilan pembangunan ditingkat Kabupaten sangat ditentukan oleh keberhasilan pembangunan ditingkat desa. ” Sangat menyambut baik kegiatan ini, kiranya bisa menguatkan iman dan keyakinan jemaat GMIBM ‘Bethesda’ Pangi, dalam mensyukuri segala karunia Tuhan yang Maha Esa. Adalah keharusan bagi kita untuk mempertahan kan wariasan leluhur ini, budaya Tulude harus terus dilestarikan,” tuturnya.
Terpisah, menurut Sangadi Pangi Timur Riston Tempoh, perayaan kali ini juga melibatkan seluruh denomenasi gereja yang ada di wilayah Pangi Bersatu. “Sejak dulu, upacara adat Tulude terus dilakukan oleh masyarakat Desa Pangi. Karena hajatan ini merupakan warisan para leluhur,” katanya mengakhiri. (Ind)




