Mutasi Menggema, Pejabat Mulai Cari Muka

BOLMONG – Rencana perombakan terakhir kabinet oleh Bupati Bolmong Salihi Mokodongan dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk cukup membuat resah sejumlah pejabat Bolmong. Untuk mengamankan posisi, sejumlah oknum
pejabat pun mulai pasang jurus. Salah satunya dengan terus mengunjungi bupati dan wakil bupati. “Banyak kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang keluar masuk rumah dinas atau ruangan bupati,” kata sumber
dekat dengan Salihi. Menurutnya, frekwensi kunjungan kepada bupati yang meningkat itu kemungkinan disebabkan adanya kabar bahwa bupati dan wabup koalisi PAN, PDIP, PKS dan PDS itu akan memakai jasa
beberapa pejabat eselon II baik yang saat ini non job dan beberapa
yang memangku jabatan, dalam kabinetnya yang terakhir sebelum mengakhiri masa jabatannya pada 16 Juli mendatang. Bahkan tambah sumber, ada pimpinan SKPD yang terang-terangan berceletuk ingin bertemu bupati
untuk menyelamatkan diri. “Ada kepala SKPD yang justru terang-terangan
mengatakan ingin menyelamatkan diri, entah hanya bercanda atau memang benar-benar untuk mengamankan posisinya,” sebutnya.
Sementara wakil bupati Yanny Ronny Tuuk STh MM mengungkapkan, pergantian posisi di kabinet adalah hak bupati. “Itu hak bupati, saya tak bisa menanggapinya. Tapi, sebenarnya rolling itu adalah bentuk penyegaran untuk lebih mengoptimalkan kinerja di SKPD,” pungkasnya. Tokoh pemuda Lolak Supandri Damogalad mengatakan, bupati dan tim baperjakat lebih tahu persis pejabat mana yang cocok dengan posisinya nanti. “Kalaupun ada pejabat yang dinonjobkan, itu juga adalah hak prerogatif bupati,” kata Damogalad. (sal)



