BoltimPolitik

Dibandingkan Medy, Kader PDIP Boltim Condong ke Rocky dan Ambarak

pdip

BOLTIM — Kabar siapakah nantinya akan terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bolaang Mondodow Timur (Boltim) belakangan ini menjadi perbincangan hangat bagi pengurus DPC PDIP Boltim. Bagaimana tidak, informasi yang berhasil didapatkan, dari 5 calon yang ikut uji kelayakand dan kepatutan calon ketua di Hotel Grand Puri Manado, senin (17/2) lalu, ternyata hanya tiga calon yang memenuhi syarat dalam tes tersebut yakni Wabup Boltim Medy Lensun, Sekertaris DPC PDIP Boltim Abdurahman Ambarak yang juga anggota Dekab, dan Legislator asal Sulut Rocky Wowor.

Adapun mantan Ketua DPC PDIP Boltim Doni Sahe yang ikut dalam test tersebut, ternyata tidak menjalani semua tahapan sampai tuntas. Sedangkan untuk Mirna Mokodompit kader PDIP tak hadir dalam test atau sudah mengundurkan diri. Info yang berhasil didapatkan ini, sudah bisa dipastikan ketiga dipastikan akan memegang tongkat kepemimpinan sebagau ketua DPC. Namun, beberapa kader PDIP saat ditanyai lebih memilih Rocky Wowor atau Abdurahman Ambarak ketimbang Medy Lensun.

Alasan mereka, sosok Rocky meski politisi yang masih sangat muda, namun beliau dikenal pribadi yang sederhana, rendah hati dan dekat dengan rakyat tanpa pandang bulu ataupun status sosial. “Figur Roky sudah terbukti saat Pemilu lalu. Beliau sangat dekat dengan rakyat. Bahkan, turun langsung ke warga didesa-desa untuk menyerap aspirasi rakyat. Bung Roky berjiwa seorang pemimpin. Juga Pak Ambarak, orangnya peduli dengan rakyat dan sederhana. Selain itu, beliau kader partai yang sudah lama membesarkan partai,” ungkap salah satu Ketua PAC di Modayag dan wilayah Nuangan yang enggan nama mereka di publikasi.

Ambarak saat ditemui mengatakan,kalau dirinya belum siap menjadi Ketua DPC. Berbeda dengan pernyataan Roky sebelumnya, ketika dimintai tanggapan, ia tak sungkan-sungkan menyatakan siap memimpin PDIP Boltim apabila dipercayakan partai. Sementara, Wabup Boltim Medy Lensun saat dimintai tanggapan lewat via Blackberry Messanger (BBM) mengatakan, sebagai kader Partai atau pengurus seharusnya tunduk dan taat kepada keputusan partai. “Proses penentuan ketua DPC tidak melalui pemilihan, jadi apapun kata mereka tidak berpengaruh. Sebgai kader partai harus taat dengan peraturan bukan malah mengeluarkan statement yang bisa menimbulkan kontra produktif,”jelas Medy.

Lanjutnya, Apalagi stetement tersebut hanya berdasarkan “like or dislike” karena kepentingan Pilkada.”Jadi menurut saya pernyataan-pertanyaan seperti itu bukan dari Kader. Sebabnya Kader pasti tahu aturan yang berlaku di PDIP,”tegas Medy.

Sekedar informasi, proses pemilihan Ketua DPC tidak dalam bentuk voting. Akan tetapi melalui proses penjaringan hingga 3 besar oleh DPD dan DPP. Hasil akhirnya diputuskan secara musyawarah oleh tiga calon Ketua DPC terpilih.(Sandy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: