Petani Sawah Dapat Bantuan 20 Alat Pemotong Padi

BOLMONG– Untuk membantu para petani sawah di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Dinas Pertanian Bolmong memprogramkan bantuan alat pemotong padi. Apalagi saat ini minat warga untuk bertani, mulai berkurang dan beralih ke pekerjaan yang lebih instan.
“Diketahui, saat ini banyak warga yang mulai beralih profesi. Apalagi anak muda, meskipun orang tuanya petani namun mereka tak lagi mau bertani, dan mulai beralih ke hal instan. Seperti membawa bentor atau ke tambang emas,” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Taufik Mokoginta.
Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya saat ini menyalurkan 20 unit alat pemotong padi. Namun, menurutnya alat ini hanya bagi kelompok tani yang mampu, sebab biaya operasional mahal. “Sudah disalurkan alat pemotong padi, ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Persyaratan teknis penerima bantuan ini yakni kelompok yang memiliki akses dan kemampuan ekonomi, serta minimal pada kelompok yang berada di area 200 hektar sawah, nantinya kelompok yang bentuk group pengelolah,” tambahnya.
Menurutnya, pihaknya sangat selektif dalam pemberian bantuan ini karena, untuk mengangkut alat ini saja harus pakai mobil, selain itu harus ada perawatan, biar alatnya awet. Meskipun demikian, alat ini bisa juga disewakan oleh kelompok penerima bantuan pada kelompok lain yang lebih kecil dengan harga di bawah. “Yang pasti harus di wilayah sentra produksi tinggi beras. Ini karena alat ini besar, harus berada di wilayah cakupan sentra beras. Kelompok-kelompok ini yang nantinya akan menggunakannya,” tuturnya.
Dirinya menegaskan, pihaknya memberlakukan perjanjian kerja sama dengan kelompok yang menerima bantuan alat tersebut. Apabila penerima bantuan memanfaatkan alat ini tidak dengan semestinya, pihaknya dengan tegas akan menarik alat ini kembali. “Kalau tak menjalankannya, kita ambil alih, apalagi sudah buat bisnis pribadi kepada petani kecil,” tegasnya.
Lanjutnya, empat alat bantuan ini sudah tersalur, sementara sisahnya masih menunggu hasil survei tim di lapangan. Laporan yang masuk akan menjadi acuan untuk menyalurkan bantuan ini. “Penyaluran sudah sekaligus dengan pelatihan kelompok tani untuk mengoperasikan alat ini. Memang harus ada pelatihan dulu, karena ini alat berat,” tuturnya.
Terpisah Kepala Bidang Bina Produksi Tanaman Pangan, Holtikultura dan Aneka Tanaman, Dinas Pertanian, Sahrul Dossa mejelaskan, berdasarkan data di Dinas Pertanian Bolmong, produksi beras tahun 2016 menyentuh angka 182.259 ton sementara ketersediaannya 152.283 ton. Produksi ini ditanam di sawah seluas 63.292 hektar dengan luas panen 60.204 hektar. Dari hasil ini, konsumsi beras per bulan mencapai 2.498,07 ton dengan jumlah warga Bolmong 220.093. “Bolaang Mongondow memang menjadi lumbung beras di Sulawesi Utara. Rata-rata produksinya meningkat tiap tahunnya,” tutupnya (Ind)



