Kotamobagu

Cegah Gizi Buruk, Pemkot Imbau Aktifkan Posyandu

Jpeg
dr. Nurjana Masloman

ProBMR, KOTAMOBAGU–Kurangnya gizi pada anak di bawah umur lima tahun dan ibu hamil sebenarnya dapat dicegah  jika mereka rutin memeriksakan diri ke pos pelayanan terpadu (Posyandu). Akan tetapi, sejak era desentralisasi, banyak pos pelayanan terpadu tidak berjalan semestinya dan kurangnya kesadaran masyarakat.

Persoalan gizi buruk pun, menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Kotamobagu. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu, dr Nurjana Masloman mengatakan, dalam mengantisipasi kasus gizi buruk sangat diperlukan adanya kesadaran dari masyarakat untuk dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Selain itu, untuk mencegah terjadinya gizi buruk, dilakukan melalui peran aktif Pos Pelayanan Terpadu. Posyandu harus diaktifkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap selalu terjaga,” kata Masloman .jumat (27/5) pagi tadi di Kantornya

Dijelaskannya, penyelenggaraan kegiatan posyandu sangat penting demi pelayanan maksimal kepada masyarakat, namun hal itu memerlukan juga kerjasama dari berbagai pihak, “Kerjasama ini perlu dilakukan karena kesehatan bukanlah tanggung jawab pemerintah saja, kesehatan juga tanggungjawab masyarakat,” kata Masloman.

lanjut dikatakannya, masyarakat juga diimbau untuk terus berkonsulatasi soal kesehatan anak, sehingga bisa terdeteksi dini penyakit tersebut mematikan tersebut.  Pihaknya pun, tambah Masloman, senantiasa terus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami terus mengimbau  kepada masyarakat untuk aktifitas Posyandu terus dijalankan. Juga, Posyandu  harus ada di setiap kelurahan dan desa yang ada di Kota Kotamobagu,” tutup Masloman.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close