Kotamobagu

Tak Ada Kata Kompromi, Aparatur Kotamobagu Barat Diuji Disiplin dan Loyalitas di Lapangan

KOTAMOBAGU – Evaluasi kinerja lurah – sangadi beserta perangkat serta lembaga kemasyarakatan RT/RW masih terus berlanjut, dari pantauan media ProBMR.News pada Jumat, 17/04/2026, memasuki hari ketiga dimana kegiatan ini di gelar di Kecamatan Kotamobagu Barat.

Kali ini sebanyak 130 peserta, yang terdiri dari Lurah dan seluruh perangkat kelurahan se-Kotamobagu Barat mengikuti apel pagi yang berlangsung pukul 07.30 WITA terlihat sudah berbaris rapih di lapangan. Dalam apel tersebut Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S Mokoginta, S,STP, menegur salah satu peserta yang masih bercakap-cakap dalam barisan, suasana pun langsung berubah hening.

Teguran tersebut menjadikan momen sangat penting yang menandakan bahwa disiplin adalah sangat penting dan mendasar dan tidak bisa di tawar dalam setiap melaksanakan tugas pemerintah. Dalam arahan tersebut, Sahaya Mokoginta menekankan bahwa disiplin kerja merupakan dasar utama membangun aparatur yang profesional, terlebih Kecamatan Kotamobagu Barat sebagai pusat Ibu Kota daerah yang memiliki kompleksitas persoalan lebih dinamis sehingga menuntut aparatur yang tidak hanya disiplin akan tetapi juga responsif, adaptif, solutif, komunikatif dan Inovatif dalam melakukan tugas pemerintahan di tingkat lokal.

” Disiplin tidak bisa dipisahkan dari loyalitas. Disiplin adalah wujud nyata dari loyalitas terhadap tugas, pimpinan, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat, ” tukasnya.

Sahaya juga mengumpamakan posisi aparatur pemerintahan seperti suatu barisan besar dibawah komando yang sama. Menurutnya barisan yang lurus dan teratur akan memudahkan pencapaian tujuan, sementara ketidakteraturan dapat berdampak pada terganggunya koordinasi dan menurunnya kepercayaan masyarakat.

” Ketika ada yang keluar dari barisan, bukan hanya dirinya yang terganggu, tetapi juga mempengaruhi kekuatan dan keteraturan secara keseluruhan, ” tambahnya.

Lebih lanjut menurut Sahaya, dalam perspektif birokrasi, barisan yang selalu lurus dapat mencerminkan suatu keselarasan antara kebijakan dan pelaksanaan, serta kuatnya koordinasi antar lini organisasi. Hal ini menjadi kunci dalam menciptakan pemerintahan yang efektif, terukur, dan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan Optimal. Menurutnya, keluar dari barisan bukan sekedar pelanggaran aturan, namun juga bentuk penyimpangan dari tanggung jawab dan kepercayaan. Jika tidak ada perbaikan maka posisi tersebut harus diisi oleh aparatur yang lebih siap baik itu disiplin dan loyalitas.

” Barisan ini harus tetap lurus. Dan itu hanya bisa dijaga jika setiap individu memiliki disiplin yang kuat sebagai bentuk loyalitas terhadap aturan dan arahan kebijakan pemerintah daerah, ” tegasnya.

Diharapkan setelah evaluasi ini, dapat dan mampu memperkuat komitmen seluruh aparatur dalam menjaga disiplin dan loyalitas agar dapat terwujud tata kelola pemerintahan yang profesional dalam melaksanakannya tugas pelayanan publik yang berkualitas di Kota Kotamobagu. (SAR)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close