Kotamobagu

Pargab Terbentuk, Golkar-PAN Diisyaratkan Gabung

Boltim — Perhelatan akbar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mulai hangat dan menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Akan tetapi langkah Petahana Sehan Landjar seakan sulit di baca Akibatnya percaturan politik di kabupaten paling timur Totabuan ini, lebih dinamis dibanding sejumlah daerah di Sulut yang akan melaksanakan hajatan yang sama. Informasi yang dirangkum wartawan dari sejumlah pihak, isyarat dukungan beberapa partai politik mengarah ke satu nama, yaitu Sehan Landjar. Adapun beberapa partai tersebut memastikan arah koalisi besar dengan pembentukan sekretariat gabungan dalam menjaringan nama calon wakil bupati yang akan disandingkan bersama Sehan. Demikian seperti diwacanakan Idham Mokodompit, selaku Ketua DPC Hanura Boltim. Idham mengakui, pihaknya intens melakukan lobi – lobi dengan beberapa partai politik di DPRD. “Diplomasi dan lobi intens kami lakukan dengan beberapa partai politik. Dan saat ini yang siap bergabung dalam koalisi adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Gerindra serta Partai Hanura,” beber Idham saat diwawancarai Selasa (26/05).

Sedangkan lalu, kata Idham, koalisi permanen pun telah dibentuk bersama Partai Nasdem yang telah lebih dahulu membentuk sekretariat gabungan di Desa Togid. Otomatis dengan bergabungnya beberapa partai politik ini, membuktikan nama Sehan Landjar bakal diusung lagi oleh partai gabungan. Inipun turut dibenarkan, fungsionaris PKB Boltim, Sofyan Alhabsy, terpisah ditemui wartawan. Sofyan menuturkan, langkah ini juga berlaku bagi partai – partai lain. “Dengan Golkar pun kita komunikasikan soal arah koalisi kedepan. Mereka (Golkar,red) ada kemungkinan bergabung dengan koalisi partai gabungan,” ujar Alhabsy.

Senada dengan itu, Ketua Pemuda Hanura, Afandi Mokoagow, menambahkan, dibentuknya koalisi tersebut, justru lebih memudahkan partai politik  dalam menjaring bakal calon melalui sekretariat bersama. “Makanya untuk pendaftaran calon dilakukan bersama – sama di sekretariat gabungan. Proses politik ini lebih mudah dibanding  parpol menggelar penjaringan masing – masing,” terangnya.

Adanya hal tersebut, pengamat politik di Boltim, Hendra Damopolii angkat bicara. Menurutnya, langkah bergabunhnya beberapa partai politik di Boltim menunjukkan proses dinamika lebih dewasa dibanding daerah lain. “Lahirnya partai gabungan menunjukkan peran dan eksistensi partai sebagai wakil dari suara rakyat. Apapun namanya, setiap parpol memiliki konstituen. Ditambah lagi dalam perolehan suara pemilu legislatif kemarin tidak ada partai yang berhak mengajukan calonnya masing – masing,” sentilnya. Lebih lanjut, mantan Ketua KPU Boltim ini, mempertanyakan komitmen partai besar seperti PAN dan Golkar Boltim. “Pertanyaanya Golkar dan PAN mau berkoalisi dengan siapa bila partai – partai lain sudah bergabung. Saya kuatir mereka malah ketinggalan kereta. Sebaiknya Golkar saya sarankan gabung dengan mereka,” tukas Hendra.(Sandy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close