
Sebanyak 41 preman terjaring operasi preman hari ketiga di wilayah Polres Metro Jakarta Selatan. Sepuluh preman di antaranya ditahan karena terbukti melanggar UU dan sisanya diserahkan ke panti sosial.
“Pada hari ini Polres Metro Jakarta Selatan, yaitu dari Satreskrim-nya, beserta jajaran polsek melakukan penertiban terhadap aksi premanisme. Ini merupakan hari ke-3. Dari sekian yang kita amankan, ada 10 yang kita lakukan penahanan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bismo Teguh saat jumpa pers di Polres Jakarta Selatan, Kamis (7/9/2017).
Ada 41 preman yang terjaring dari operasi preman yang dilakukan Polres Metro Jakarta Selatan pada hari ketiga ini. Sebanyak 31 preman diserahkan ke Dinas Sosial Jakarta Selatan dan dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 di Kedoya untuk dibina, sedangkan 10 lainnya ditahan karena diduga terlibat kasus pencurian, penganiayaan, penjambretan, dan ada yang terbukti membawa senjata tajam.
“Kemudian kita juga lakukan penertiban parkir liar, pengamen. Kemudian yang tidak melanggar UU akan kita serahkan kepada Dinas Sosial Jakarta Selatan untuk dilakukan pembinaan,” kata Bismo.
Ke-41 preman tersebut diamankan petugas dari sejumlah polsek, yaitu:
1. Polsek Kebayoran Baru: 3 preman
2. Polsek Setiabudi: 4 preman
3. Polsek Kebayoran Lama: 4 preman
4. Polsek Mampang: 3 preman
5. Polsek Tebet: 6 preman
6. Polsek Cilandak: 3 preman
7. Polsek Jagakarsa: 2 preman
8. Polsek Pancoran: 2 preman
9. Polsek Pasar Minggu: 2 preman
10. Polres Jakarta Selatan: 12 preman
Bismo menjelaskan, pada hari ketiga operasi preman, suasana di wilayah Jakarta Selatan semakin kondusif. Para pengamen ataupun tukang parkir liar sudah tidak tampak berkeliaran, tidak seperti biasa. “Kita tadi patroli, siang-malam jadi keberadaan mereka sudah tidak seperti sebelumnya. Ini efektif jadi yang tadinya mau tawuran kan nggak jadi tawuran kan karena tahu ada ini. Kalo kita patroli seperti ini lama-kelamaan mereka hilang dengan sendirinya,” tutur Bismo.
detik.com



