Siswa Diminta Gunakan PIP Hanya untuk Kebutuhan Sekolah

BOLMONG– Siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) atau Bantuan Siswa Miskin (BSM) diminta berdayakan bantuan hanya untuk kebutuhan sekolah.
Diketahui, Bantuan Program PIP atau BSM di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) untuk SMK sederajat telah dicairkan. “Diharapakan agar siswa setelah menerima bantuan ini harus menggunakan hanya untuk kebutuhan sekolah saja. Jika ada yang menggunakan di kebutuhan lain maka berikutnya dia tidak mendapat bantuan lagi, dan juga untuk para orang tua agar mengawasi dan harus benar-benar dibelikan untuk pakaian seragam buku dan lain sebagainya,” ungkap Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha dan Kepegawaian Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Bolmong-Bolmut Provinsi Sulut Rusdin Goma.
Ditambahkan, PIP atau bantuan dana miskin bagi para siswa di dua Daerah ini sudah diambil para siswa. “Sekitar 1300 siswa di Bolmong dan Bolmut mendapat bantuan siswa miskin PIP ini. Untuk Kelas 1 SMK sederajat mendapat Rp 500.000, kelas 2 Rp 750.000 dan kelas 3 Rp 1 juta,” ungkap Rusdin (6/7).
Dirinya mengharapkan kepada guru-guru agar jangan menyentuh dan mencampuri hak siswa ini. “Ini adalah hak siswa, guru hanya mengawal saja pengambilan di BANK. Perhatikan saja ditegaskan hanya untuk kebutuhan sekolah,” bebernya.
Terpisah, Teny Apituley selaku Kepala Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Lolak menjelaskan, pihaknya mencairkan dana tersebut apabila pihak sekolah sudah mengajukan permohonan untuk dicairkan kepada siswa.
“Kami hanya mengikuti ketika pihak sekolah mengajukan untuk pencairan, dan sudah sekitar 90 persen dana tersebut dicairkan. Semua Bank BNI pun bisa untuk pengambilan dana tersebut, sampai sekarang tidak ada kendala. Semuanya aman untuk pelayanan seluruh SMK sederajat ini,” tutupnya. (Ind)




