Bolmong

Jaga Kesatuan Antar Umat Beragama di Bolmong

Adrianus Nixon Watung
Adrianus Nixon Watung

BOLMONG— Terkait isu yang sedang berkembang, munculnya gerakan-gerakan radikalisme yang mulai mencoba menggoncang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mulai merembet ke Daerah, masyarakat diminta untuk bijak dalam menanggapinya.

Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Adrianus Nixon Watung minta, seluruh lapisan elemen masyarakat di Kabupaten Bolmong untuk terus bersatu menjaga keamanan di Daerah, serta tidak terpengaruh dengan isu yang bisa memecahkan persatuan di Bumi Totabuan ini. “Masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan isu yang sedang berkembang sekarang. Kita tetap fokus untuk membangun Kabupaten Bolmong yang lebih baik kedepan,” ungkap Watung.

Menurutnya, dalam keaadaan seperti ini, peran para tokoh agama serta tokoh masyarakat sangat dibutuhkan, demi terjaganya kerukunan antar umat beragama di daerah. “Warga jangan langsung percaya dengan adanya berita di Media Sosial (Medsos), apalagi sampai terpancing dengan isu tersebut hingga menimbulkan perpecahan,” katanya.

Karena itu kata Watung, masyarakat harus pintar-pintar untuk membedakan mana berita yang tidak benar dan mana berita yang benar. “Masyarakat yang cerdas adalah masyarakat yang bisa mengecek kebenaran dan kritis dalam memilah berita. Sekarang sudah banyak yang seperti itu, tetap tenang dan bijak dalam menanggapi hal tersebut,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Bolmong Tavip Pakaya menuturkan, Sulawesi Utara (Sulut) berada pada urutan ke dua toleransi tertinggi antar umat beragama se Indonesia. “Kita harus terus pertahankan, jangan sampai kita mudah terpancing dengan isu yang mulai mengarah ke perpecahan antar umat beragama,” katanya.

Lanjutnya, ini adalah ujian bagi Bangsa dan Negara, apalagi Indonesia sudah 71 tahun. Ini menurutnya, sudah umur yang akan menghadapi ujian. Meskipun demikian kata dia, kita tak boleh terpengaruh dengan isu sepeti ini. “Apalagi sudah isu Agama, kita tetap jaga kerukunan antar umat beragama di Sulut apalagi di Bolmong. Selama ini, daerah kita terus menjadi contoh sebagai daerah yang memengang tinggi toleransi antar umat beragama,” jelasnya.

Dirinya berharap, para tokoh agama terus memberikan pengertian kepada jemaat serta masyarakat terkait cara mereka menanggapi isu seprti ini. “Kita juga terus bersama-sama memberi pengertian kepada mereka. Intinya kita harus bijak, dan tidak mudah terpancing, harus bahwa tidak ada agama di dunia ini yang mengajarkan tentang permusuhan,” imbaunya.

Di sisi lain, Jeffry Massie STh Ketua jemaat Pniel Siniyung Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongonsow (GMIBM) mengatakan, pihaknya juga terus menggumuli terkait isu yang mulai berkembang saat ini. “Ya, terus juga mengimbau kepada masyarakat dan jemaat untuk terus saling mengingatkan antar sesama bahwa kita tinggal di daerah yang memegang erat kebersamaan antar umat beragama, serta sama-sama kita mendoakan keutuhan NKRI,” tutupnya. (Ind)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close