Jalani Tes Baca, Mata Kiri Novel Belum Berfungsi Baik

Novel Baswedan kembali menjalani tes membaca huruf dan angka untuk mengetahui kondisi kedua matanya. Hasilnya, mata kiri penyidik senior KPK itu belum bisa digunakan dengan baik.
“Pada pemeriksaan pagi dilakukan pengetesan huruf dan angka. Mata kiri hanya dapat melihat huruf paling besar di sebelah kiri atas (100/30). Sedangkan penglihatan mata kanan bagus dan dapat melihat sampai ukuran paling kecil,” ujar Kabiro Humas Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/5/2017).
Berdasarkan keterangan tim dokter yang menangani Novel, Febri menyebut pertumbuhan selaput kornea mata kanan Novel stagnan terjadi inflamasi pada bagian tengah kornea, serta tidak ada infeksi.
“Untuk mata kiri, pertumbuhan yang sejak awal sangat lambat, dari hasil foto terlihat kondisi yang stagnan sejak kemarin,” ujar Febri.
“Tekanan mata sangat tinggi dan melewati batas normal, yaitu mencapai 31 (tekanan normal 16-21),” imbuh Febri.
Febri menyebut tekanan mata yang tinggi berpengaruh pada menurunnya kemampuan saraf mata. Apabila hal itu dibiarkan maka bisa berakibat pada berkurangnya kemampuan melihat.
“Berikutnya dokter memberikan tambahan obat pengontrol tekanan mata (yang mengandung steroid) dan dilakukan uji tes darah untuk mengecek calsium dan potasium dalam darah,” tutup Febri.
Novel mengalami teror penyiraman air keras oleh orang tak dikenal setelah menunaikan salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Selasa (11/4), di dekat kediamannya Jalan Deposito T Nomor 8, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Polisi masih memburu pelaku teror terhadap Novel.
(detik.com)



