Kopi dan Isu Papua di Kunjungan Tantowi ke Parlemen Selandia Baru

Tantowi Yahya kini bertugas sebagai Duta Besar RI di Selandia Baru. Selain promosi ekonomi, politikus Golkar itu menyampaikan hal-hal aktual seperti isu separatisme Papua. Tantowi menilai parlemen Selandia Baru berkomitmen mendukung keutuhan dan kedaulatan NKRI.
Didampingi Koordinator Fungsi Politik, Firdauzi Dwiandika, Tantowi berkunjung ke parlemen Selandia Baru, Rabu (24/5/2017) waktu setempat. Rombongan diterima Ketua Parlemen (Speaker of House) David Carter dan anggota senior Kanwaljit Singh Bakshi. David Carter dan Kanwaljit Singh Bakshi merupakan tokoh grup persahabatan parlemen Selandia Baru-Indonesia
Tantowi membawa biji kopi sebagai buah tangan. “Itu representasi besarnya industri kopi Indonesia, produsen terbesar keempat di dunia dengan jumlah ekspor 660 ribu ton setiap tahun dan 5 ribu ton di antaranya diekspor ke Selandia Baru,” kata Tantowi dalam keterangan persnya hari ini.
Tantowi menyampaikan rencana perayaan khusus 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Selandia Baru. “Mereka menyambut baik. Perayaan itu digelar tahun depan,” tutur Tantowi.
Tantowi mengapresiasi Partai Nasional, partai dominan di Parlemen Selandia Baru, yang berhasil membangun hubungan harmonis antara Selandia Baru dan Indonesia. Parlemen Selandia Baru sangat menghormati kedaulatan setiap bangsa dan meyakini bahwa setiap masalah dalam negeri dapat diselesaikan secara internal. Hal inilah yang membuat Tantowi merasa yakin Selandia Baru akan selalu mendukung keutuhan NKRI dari Sabang sampai Merauke.
“Parlemen Selandia Baru akan terus berusaha untuk mencegah pemerintah dan warganya mencampuri urusan dalam negeri Indonesia,” jelas Tantowi.
Mendengar kuatnya komitmen dari para tokoh parlemen Selandia Baru itu, Tantowi semakin yakin pada cerahnya masa depan hubungan bilateral Indonesia dan Selandia Baru di masa mendatang. “Terutama di isu-isu yang membutuhkan perhatian ekstra dari KBRI Wellington seperti isu separatisme Papua,” tutup Tantowi.
detik.com



