Uncategorized

Demam Pokemon Go, terang bulan Poke Poke Bull pun kebanjiran order

demam-pokemon-go-terang-bulan-poke-poke-bull-pun-kebanjiran-order

Demam permainan Pokemon Go melanda seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Beramai-ramai para pecinta gim menginstal di Android dan ikut berburu karakter Pokemon.

Seorang pengusaha kue terang bulan di Kota Malang, Jawa Timur mengambil untung dengan momen ramainya permainan Pokemon Go. Pasangan Rhesa Rumampuk (26) dan Jessi Agustina Wijaya (23) mendesain kue terang bulannya mirip dengan bola Pokemon.

Kue terang bulan yang diberi nama Poke Poke Bull itu pun ikut kebanjiran order. Lewat media sosial para pemesannya ramai berdatangan, bahkan hingga kewalahan.

“Bikinnya sejak ramai games Pokemon Go. Kemudian dipromokan ke media sosial, ternyata ramai pemesan,” kata Rhesa Rumampuk di rumahnya, Jalan Terusan Titan 6 Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Selasa (26/7).

Rhesa dan Jessi selama ini berbisnis aneka kue dan makanan. Usahanya dijalankan di rumah dengan dibantu dua orang anggota keluarga.

Sejak awal dibuat Poke Poke Bull diminati banyak pemesan, terutama para mahasiswa dan pelajar yang keranjingan gim Pokemon Go. Beberapa mengaku memesan untuk hadiah ulang tahun atau sekadar untuk dinikmati bersama.

“Paling banyak pesanan dari mahasiswa, ada yang untuk belikan pacar dan hadiah ulang tahun,” kata Jessi.

Tetapi keterbatasan tenaga kerja, mereka pun membatasi hanya 50 pis per hari. Lebih dari itu, pemesanan akan dilayani pada keesokan harinya. Apalagi Jessie sendiri saat ini sedang mengandung janin anak pertamanya.

Keduanya memanfaatkan jasa ojek online untuk mengantarkan setiap pesanan. Hanya saja saat Sabtu dan Minggu, jasa ojek online agak penuh, selain jalanan Kota Malang yang banyak kemacetan. Saat hari normal, pemesanan akan terpenuhi dalam waktu 2 jam sampai 3 jam setelah pemesanan.

Kata Jessie, tidak ada resep khusus untuk pembuatan kue terang bulangnya, hanya saja memang secara khusus menampilkan karakter Pokemon. Ukurannya berdiameter 22 sentimeter dengan empat varian warna yakni merah, pink, oranye dan kuning.

“Satu pis dijual dengan harga Rp 40 ribu ditambah ongkos kirim dengan tarif Rp 10 ribu per 10 kilometer,” kata Jessi.

Bahan-bahan yang digunakan antara lain misis, cokelat, keju, gula pasir, cokelat putih, fernipan, mentega, baking soda, tepung terigu, telur dan susu.

Pipit Anggraeni, salah satu pembeli asal Tumpang, Kabupaten Malang mengaku penasaran dengan terang bulan Poke Poke Bull. Rasa penasarannya pun terobati setelah pesanannya tiba di indekos.

“Penasaran, pinginnya sih ada bentuk-bentuk yang lain, kayak Pikachu atau apa,” katanya.

Rhesa tidak membantah bahwa bisnisnya menumpang ketenaran games Pokemon Go. Dirinya juga sadar kalau demam permainan ini akan ada batasnya. Namun dirinya yakin bisnis makanan dan kue masih sangat menjanjikan.

“Sangat menjanjikan, suatu saat musim game Pokemon Go akan habis, kita berusaha upgrade. Ini hanya momentum saja,” tegasnya.

 

 

sumber:Merdeka.com

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close