Uncategorized

Pakai Akun Facebook Palsu, Pelaku Pancing Korbannya Berkumpul di McD

akun facebook

Pelaku penembakan di Munich, Jerman, dilaporkan sengaja memancing anak-anak dan remaja untuk mendatangi restoran cepat saji setempat, dengan iming-iming makan gratis. Kepolisian Munich menyatakan tengah menyelidiki laporan tersebut.

Laporan menyebut pelaku memposting ‘iklan palsu’ di jejaring sosial Facebook, dengan menggunakan akun palsu menyamar sebagai remaja putri bernama ‘Selina Akim’. Dalam postingan itu, pelaku menuliskan pesan bernada ajakan untuk berkumpul di restoran cepat saji, dilaporkan McDonald’s, yang ada di kompleks mal Olympia (OEZ) Munich dan menawarkan imbalan makanan gratis.

The Telegraph menyebut pesan Facebook itu diposting beberapa jam sebelum penembakan terjadi pada Jumat (22/7) malam. Screenshot pesan Facebook itu beredar luas di kalangan media Jerman. Facebook sendiri telah memblokir akun bernama ‘Selina Akim’ itu.

Pernyataan soal akun palsu dan ajakan makan gratis ini dilontarkan salah satu wartawan dalam konferensi pers di Munich. Kepala Kepolisian Munich, Hubertus Andrae, mengakui pihaknya menyadari laporan ini namun belum bisa mengomentari dugaan keterkaitan dengan penembakan yang menewaskan 9 orang tersebut. Andrae menyatakan, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut laporan soal akun palsu dan ajakan makan gratis itu.

Identitas pelaku belum dirilis secara resmi oleh otoritas Munich. Namun berbagai media menyebut pelaku bernama Ali Sonboly. Kepolisian Munich belum mengomentari laporan soal identitas pelaku itu.

Dalam pernyataannya, Andrae menyebut pelaku sebagai pemuda berusia 18 tahun dengan kewarganegaraan ganda Jerman-Iran. Menurut Andrae, pelaku tinggal di Munich selama lebih dari 2 tahun terakhir. Pelaku juga bukan wajah yang familiar bagi penegak hukum setempat, karena tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Andrae menjelaskan, mayat pelaku ditemukan selang 2,5 jam usai penembakan terjadi. Mayat pelaku diidentifikasi dari keterangan berbagai saksi mata dan juga dari rekaman CCTV saat kejadian. Andrae menegaskan, keterkaitan dengan terorisme belum bisa dipastikan karena motifnya belum terungkap.

“Pertanyaan soal terorisme atau amukan, terkait pada motif dan kami belum tahu motifnya. Kami tidak bisa menanyai pelaku, jadi ini sedikit sulit,” ucapnya.

 

 

 

sumber:Detik.com

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close