BolmongPolitik

Jika Bersatu Jilid II Gagal, Tiga Parpol Ini Berpeluang Usung Calon

Salihi Mokodongan dan Yanny Ronny Tuuk
Salihi Mokodongan dan Yanny Ronny Tuuk

BOLMONG – Gaung pemilihan bupati (Pilbup) Bolmong 2017 sudah bergema. Para kandidat dan bakal calon bupati dan wakil mulai melakukan manuver menarik simpati masyarakat, maupun ‘berpacaran’ dan selanjutnya ‘menikah’ sebagai pasangan calon (Paslon) di pesta demokrasi tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, pertarungan politik di daerah tertua Bolaang Mongondow Raya (BMR) berpeluang menjadi empat pasang. Andai koalisi Bersatu (Bersama Salihi-Tuuk) jilid dua gagal, pastinya sejumlah kader politik maupun pengusaha dan birokrat akan mencoba hokinya di Pilbup Bolmong. Berdasarkan peta kekuatan partai politik (Parpol) di Dewan Kabupaten (Bolmong) yang mengantongi 30 kursi, ada empat yang bisa mengusung Paslon. “PDIP, PAN, Demokrat dan Golkar merupakan Parpol yang berpeluang mengusung Paslon,” ungkap Supandri Damogalad, pengamat politik di Bolmong.

PDI-P merupakan satu-satunya partai di Bolmong yang bisa mengusung Paslon, tanpa melakukan koalisi karena mengantongi delapan kursi. Lalu siapa saja yang bisa menunggangi banteng moncong putih ini?. Satu-satunya figur yang sudah dipastikan naik di banteng Bolmong yakni Yanny Ronny Tuuk STh MM. Namun, ketua DPC PDIP yang berhasil menaikkan kasta partai yang dimiliki Megawati Soekarno Putri ini, belum jelas apakah akan naik di papan satu atau papan dua. Ia digadang-gadang melanjutkan pemerintahan 5 tahun atau kembali berpasangan dengan ‘penguasa’ laut Bolmong Salihi Mokodongan. Namun, andai proyek Bersatu Jilid II gagal, nama tenar di BMR yakni Yasti Soepredjo diisukan akan menunggangi banteng yang sementara ‘mengganas’ di Sulut. “Jika Salihi tak melepas PAN, pastinya akan digantikan oleh Yasti yang sementara dibujuk para petinggi DPD PDI-P untuk berpasangan dengan Yanny,” bisik sejumlah petinggi PDI-P di Bolmong.

Andai Olly Dondokambey Cs gagal meminang srikandi dari PAN tersebut, Yanny Tuuk digadang-gadang untuk maju dipapan satu. Sebab hingga kini para loyalis PDI-P Bolmong masih lebih cenderung menaikkan ketua partainya di atas pelana banteng. Apalagi, rakyat Dumoga Raya sudah menyuarakan kesatuan tekad mengusung figur yang tinggal di daerah lumbung beras di Sulut menjadi penguasa Bolmong. “Yanny merupakan satu-satunya figur keterwakilan Dumoga Raya untuk maju sebagai calon bupati,” ujar sejumlah masyarakat Dumoga Raya, yang turut dibenarkan para kader PDI-P.

Saat dikonfirmasi, YRT (Yanny Ronny Tuuk) belum mau berkomentar panjang. Sebab menurut Yanny, dirinya adalah petugas partai sehingga menunggu instruksi dan penugasan DPP serta DPD PDIP. “Pilbup masih jauh. Saat ini sementara dilakukan survei, kita tunggu saja. Intinya, dimanapun saya akan ditugaskan, pastinya akan dijalankan,” pungkasnya.

Selain PDI-P, ketiga partai yang mengoleksi lima kursi masing-masing PAN, Demokrat dan Golkar berpeluang mengusung calon di Pilbup 2017. Namun ketiga partai tersebut harus menambah Parpol koalisi minimal yang mengantongi satu kursi. “Partai yang bisa mengusung calon minimal mengoleksi 6 kursi di Dekab Bolmong,” ujar Ketua KPU Bolmong Fahmi Gobel.

Salah satu partai yang dijagokan untuk menyaingi PDI-P di Bolmong yakni PAN. Tampaknya, incumbent Salihi Mokodongan masih berat hati untuk meninggalkan partai yang telah membesarkannya. Jika petahana dari Pantura (pantai utara) ini mendapatkan rekomendasi dari Sehan Landjar, nama-nama yang kans mendampingi pengusaha ikan di Lolak ini adalah Jefry Tumelap, Robert Bonde dan Adriansyah Imban. Namun, ada kendala yang harus diwaspadai papa Da’a –sapaan akrab Salihi-. Sebab akhir-akhir ini makin santer terdengar yakni majunya Yusra Alhabsy. Ketua PKB Bolmong ini sangat dikait-kaitkan dengan Ketua DPW PAN Sehan Landjar yang baru saja dilantik. Sebab, Ketua Komisi I Dekab Bolmong ini, merupakan sosok ahli strategi politik, dengan membawa Bupati Boltim tersebut menduduki jabatannya selama dua periode. “Kemungkinan PAN akan tercipta koalisi PAN-PKB. Saat ini digadang-gadang Yusra akan mendampingi Limi Mokodompit. Selain itu, ia juga berpeluang naik di papan satu dengan didampingi Robert Bonde,” beber sejumlah petinggi DPW PAN.

Tetapi, kalaupun PAN meninggalkan incumbent, Salihi Mokodongan masih berpeluang untuk bergabung dengan Demokrat. Sebab, informasi yang diperoleh, Ketua Demokrat Bolmong Jefry Tumelap masih tetap setia menunggu Salihi untuk kawin sebagai pasangan lima tahun di Pilbup Bolmong. “Demokrat pastinya akan mengusung calon apalagi diperkuat dengan petahana. Saat ini komunikasi keduanya tetap berjalan, tinggal menunggu kepastian,” ungkap sejumlah orang dekat Jefry Tumelap.

Lalu bagaimana dengan partai yang pernah merasakan kekuasaan di Bolmong?. Ya, Golkar memang sebelumnya masih terombang-ambing dengan kondisi partainya. Namun sejak Setia Novanto terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar, para kader beringin di Bolmong mulai mengangkat dada. Nama besar seperti Djelantik Mokodompit, Marthen Tangkere dan Abdul Kadir Mangkat dipersiapkan maju dalam Pilbup. “Golkar pastinya akan mengusung calon bupati. Kita tinggal melihat siapa yang akan disetujui petinggi partai,” ujar Rafik Mokodongan, fungsionaris Golkar Bolmong. (sal)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: