Kotamobagu

Kotamobagu Menuju Kota Sehat 2017

Jpeg
Suasana Rakerkesda Kotamobagu

ProBMR, KOTAMOBAGU–Dalam mewujudkan Kotamobagu sebagai Kota Sehat 2017, Pemerintah Kota (Pemkot), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu menggelar rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) dengan mengangkat tema Kotamobagu sehat melalui pendekatan keluarga, yang digelar di Restoran lembah bening Kelurahan Sinindian, Rabu (25/5).

Mewakili Walikota Kotamobagu, Assisten I bidang Pemerintahan, Nasrun Gilalom menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga kesinambungan pembangunan bidang kesehatan antara pemerintah lintas sektor dan masyarakat guna membahas program kesehatan dan isu-isu masalah kesehatan dalam upaya memenuhi hak dasar masyarakat untuk memperolah pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas melalui peningkatan aksebilitas masyarakat terhadap pelayanan masyarakat.

“Dalam upaya mensukseskan pelayanan kesehatan di kota Koatamobagu serta dalam mencapai Kotamobagu sebagai Kota Sehat pada tahun depan, perlu dilakukan peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas dengan mengoptimalkan fungsi Puskesmas, dengan metode pendekatan keluarga” tutur Gilalom.

Dikatakannya, pelayanan kesehatan harus terus dimaksimalkan, dan menjadi peran dari semua komponen terutama Kepala desa, Lurah dan Camat setempat untuk tetap proaktif dalam berkoordinasi dengan Dinkes.

“Kasus kematian ibu dan bayi di Kotamoabgu sampai kini sudah semakin kecil. Kemudian dari sektor penyakit tentu akan diatasi dengan sebaik mungkin oleh Dinas Kesehatan, sehingga yang menjadi rebutan kita menjadikan kotamobagu sebagai Kota Sehat akan terpenuhi dan terakomodir” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu, dr Nurjana Masloman menambahkan, dalam pelaksanaan rakerkesda tersebut, dapat memberikan penguatan terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat secara menyeluruh

“ini diperkuat pada pendekatan keluarga, sebab apabila masyarakat mempunyai pengetahuan rendah terhadap kesehatan, maka akan berdampak pada pelayanan kesehatan akan menurun. makanya perlu di titik beratkan pada pendekatan keluarga, di tiap desa dan kelurahan ada puskesmas pembantu, dan warga disarankan agar selalu melakukan pemeriksaan kesehatan, karena tidak dipungut biaya” ujarnya. (Rez)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: