Bolmong

Elpiji 3 Kg di Bolmong Langka, Pemkab Panggil Tiga Agen Penyalur

BOLMONG – Keluhan warga terkait harga penjualan gas elpiji ukuran 3 kg yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), langsung ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Kepala Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Tony Toligaga SPt MP, bergerak cepat dengan mengundang rapat tiga agen resmi penyalur elpiji 3 kg yang melayani pangkalan elpiji di wilayah Bolmong, Kamis (16/7). Ketiga agen tersebut yakni PT Fralin Prima, PT Nita Karya Gas dan PT Berkat Maria Mandiri. ”Iya, tadi kami gelar rapat evaluasi distribusi dan pengawasan penyaluran gas elpiji 3 kg. Intinya menelusuri akar permasalahan sering terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg bersubsidi di masyarakat yang berhak menerima, dan menelusuri hasil temuan kami terkait sumber beredarnya tabung-tabung gas 3 kg di kios-kios dan warung, yang dijual dengan harga di atas HET,” kata Tony.

Lanjutnya lagi, tujuan evaluasi tersebut untuk menjamin ketersediaan/ stok dan kelancaran penyaluran elpiji 3 kg untuk masyarakat. Selaini itu, Meningkatkan pengawasan pelayanan, terutama kepada masyarakat miskin dan kurang mampu. Pemkab juga menjamin hak-hak para agen penyalur dan pangkalan resmi/berizin agar aman dan nyaman dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya,. ”Ini juga salah satu upaya bersama untuk meningkatkan pengawasan internal terkait beredarnya tabung-tabung gas elpiji 3 kg yang dijual dengan harga di atas HET, yakni Rp 18 ribu per tabung. Karena mulai marak beredar dan dijual di kios dan warung secara ilegal, yang merugikan masyarakat dan juga merugikan distributor dan pangkalan resmi/berizin,” imbuh Tonny.

Menurutnya, dari hasil rapat evaluasi disimpulkan, tabung-tabung gas elpiji 3 kg yang mulai marak beredar di kios dan warung, tidak melalui pangkalan resmi, bukan berasal dari 3 agen resmi yg beroperasi di wilayah Bolmong. ”Dari hasil identifikasi kami di lapangan dan konfirmasi ke 3 agen resmi, dapat dipastikan bahwa tabung-tabung gas dimaksud berasal dari luar daerah Bolmong. Karena tabung yang beredar dan diperuntukkan kepada masyarakat Bolmong memiliki kode edar yang khas sehingga mudah diidentifikasi,” pungkasnya. (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close