Antrian Panjang di SPBU Kotamobagu, Pemkot Turun Tangan Atasi Kelangkaan BBM

KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu langsung merespon dengan cepat guna menyikapi antrian panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.
Sementara Asisten II Pemkot Kotamobagu, Noval Manoppo bersama Kabag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Melky Mokoginta, langsung melakukan monitoring pada sejumlah SPBU, antara lain SPBU Kotabangon pada Rabu, 02/09/2026
Dalam kesempatan tersebut, Noval menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini dilakukan guna memastikan kondisi pasokan BBM sekaligus mengurai penyebab terjadinya antrian panjang yang terjadi di lapangan beberapa hari ini.
” Berdasarkan keterangan pengelola SPBU, stok BBM mengalami pengurangan pasokan dari Pertamina Sulawesi Utara, terutama saat menjelang akhir bulan,” ujar Noval.
Biasanya pengelola SPBU Kotabangon memesan 40.000 liter BBM, akan tetapi mereka hanya menerima sekitaran 20.000 liter, artinya pasokan hanya diterima 50% dari angka yang seharusnya. Itu terjadi pada periode 28 hingga 31 Agustus 2026.
Hal seperti ini juga terjadi pada sejumlah SPBU lainnya yang ada di Kotamobagu, terjadi juga pengurangan pasokan BBM. Ini tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi sehingga terjadilah antrian panjang dilakukan masyarakat untuk sekedar mendapatkan BBM di semua SPBU di Kotamobagu.
Kondisi mulai membaik saat Selasa malam 1/09/2026 dimana pada SPBU Kotabangon kembali menerima pasokan 40.000 liter BBM sesuai order yang diminta. Sementara Pemkot Kotamobagu berharap dengan adanya pasokan tersebut dapat segera mengurangi volume antrian panjang yang terjadi sebelumnya.
Selain memastikan ketersediaan BBM, Noval juga mengatakan, Pemkot akan selalu berkoordinasi dengan Polres Kotamobagu guna memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian dan penimbunan BBM bersubsidi secara tidak wajar dan menyimpang di seluruh SPBU.
Hal ini di lakukan untuk mencegah praktek-praktek kotor penimbunan BBM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sembari memastikan BBM bersubsidi dapat tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.
Pemkot Kotamobagu juga telah mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi dan LPG bersubsidi kepada Pertamina Sulawesi Utara, akan tetapi sampai hari ini Rabu 02/09/2026 Pemkot Kotamobagu belum juga memperoleh jawaban atas permintaan dan usulan tersebut.
Dalam waktu dekat ini kata Noval, Pemkot Kotamobagu akan mengundang Pertamina Sulawesi Utara untuk membahas persoalan penting terkait pasokan BBM dan LPG bersubsidi di wilayah Kotamobagu.
” Kami sudah mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi dan LPG bersubsidi di Kotamobagu. Namun, belum ada jawaban dari Pertamina Sulut. Dalam waktu dekat kami akan mengundang Pertamina Sulut untuk rapat koordinasi di Kotamobagu,” tukas Noval.
Pemkot juga berharap agar rapat koordinasi tersebut nanti bisa menghasilkan solusi terbaik agar pasokan BBM bersubsidi kembali normal dan masyarakat tidak lagi mengantri panjang dan tidak panik dalam mendapatkan BBM di SPBU.(SAR)




