Bolmong

Hormati Hari Suci Nyepi, Umat Muslim Dumoga Utara Batasi Pawai Takbiran

BOLMONG –  Nilai toleransi antarumat beragama di Kecamatan Dumoga Utara patut diacungi jempol. Pasalnya, sejumlah desa di wilayah ini memiliki jumlah penduduk Muslim dan Hindu yang akan merayakan hari besar keagamaan hampir secara bersamaan.

Beberapa desa tersebut di antaranya Desa Mopugad Utara, Desa Tumokang Baru, Desa Tumokang Timur, dan Desa Mopuya Utara Dua.

Menariknya, umat Muslim di desa-desa tersebut memilih untuk tidak menggelar pawai takbiran, sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu yang tengah menjalankan Hari Suci Nyepi dengan rangkaian Catur Brata Penyepian.

Sangadi Mopugad Utara, Heri Setiawan, menegaskan bahwa sikap saling menghormati sudah menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat.

“Kami sangat menghormati saudara-saudara kami beragama Hindu. Toleransi di sini sudah sejak lama, dan tidak dibuat-buat. Kalau hari Kamis itu sudah malam takbiran, kami tidak akan menggelar pawai takbiran, hanya bertakbir dalam masjid dan tanpa pengeras suara,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Dumoga Utara, Muslimin, SAB. Ia mengungkapkan bahwa pihak kecamatan telah menggelar rapat bersama seluruh sangadi dan tokoh agama serta kepolisian setempat guna menjaga kondusivitas wilayah.

Menurutnya, dalam rapat tersebut telah disepakati bahwa tidak akan ada pawai takbiran di desa-desa yang juga merayakan Hari Suci Nyepi.

Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai sebagai wujud nyata kerukunan antarumat beragama yang terus terjaga di Kabupaten Bolaang Mongondow, khususnya di Kecamatan Dumoga Utara. (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close