Jembatan Pindol Putus Total, Warga Desa Totabuan Terisolir

BOLMONG — Warga Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, dilaporkan terisolir setelah Jembatan Pindol yang menjadi akses utama menuju ibu kota kecamatan putus total akibat diterjang banjir, Kamis (12/3/2026).
Putusnya jembatan tersebut terjadi setelah wilayah Lolak dan sekitarnya diguyur hujan deras sejak pagi hingga siang hari. Debit air sungai yang meningkat drastis akhirnya menghantam struktur jembatan hingga roboh dan tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Akibat peristiwa tersebut, aktivitas masyarakat Desa Totabuan langsung terganggu. Jalur penghubung utama menuju pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi di Lolak tidak lagi dapat digunakan, sehingga warga kesulitan melakukan perjalanan maupun mengangkut hasil pertanian.
Selain memutus akses transportasi, kondisi ini juga berdampak pada perekonomian warga. Distribusi hasil panen dari Desa Totabuan menuju pasar di ibu kota kecamatan terhambat, sehingga sebagian petani terpaksa menunda penjualan hasil kebun mereka.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menangani kerusakan jembatan tersebut, mengingat akses tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat dan perputaran ekonomi desa.
Sementara itu, kepala UPTD Dinas PU Provinsi Sulut Lucky Sugeha mengatakan, pihaknya sudah empat kali menimbun sungai itu, tapi hujan deras kembali mengguyur hingga banjir menghanyutkan semua material. “Ada tanah perkebunan warga yang dipinjamkan, akan kami bangun sebagai akses jalan sementara,” kata Lucky. (sal)




