Bolmong

Meski Diguyur Hujan, Perayaan Galungan di Bolmong Khusyuk

BOLMONG – Meski diguyur hujan, ribuan umat Hindu di Kecamatan Dumoga Utara tetap khusyuk merayakan Hari Raya Galungan, Rabu (10/11). Ketua Parisade Desa Mopugad I Nengah Puji mengatakan, Hari Raya Galungan tersurat dalam Lontar Sunarigama, dimana hari raya ini dirayakan setiap Budha Kliwon Dungulan sesuai penanggalan kalender Bali. Kata Galungan dalam bahasa Jawa bersinonim dengan kata Dungulan yang artinya menang atau unggul, yang maknanya adalah mendapatkan kemenangan yang benar dalam hidup ini merupakan sesuatu yang seharusnya kita perjuangkan. “Galungan adalah perayaan bagi kemenangan Dharma” (kebenaran) melawan Adharma (Kebatilan). Selain itu, Galungan pada hakikatnya untuk mensinergikan kekuatan suci yang ada dalam diri setiap manusia untuk membangun jiwa yang terang untuk menghapuskan kekuatan gelap dalam diri,” kata Nengah, yang didampingi bendahara Parisade I Made Suastika.

Selain itu, Galungan pada hakikatnya untuk mensinergikan kekuatan suci yang ada dalam diri setiap manusia untuk membangun jiwa yang terang untuk menghapuskan kekuatan gelap dalam diri. Ia juga sangat bersyukur karena tahun ini umat Hindu yang ada di Bolmong bisa kembali merayakan Galungan. “Kami sangat bersyukur sekali, meskipun tadi sempat hujan. Masyarakat tetap antusias untuk merayakan Galungan,” imbuh I Made Swastika. (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: