Kotamobagu

Pangkalan Jual Elpiji di Daerah Lain akan Diberi Sanksi

Kotamobagu – Pemkot Kotamobagu meminta para pemilik pangkalan untuk menjual elpiji langsung pada masyarakat yang benar-benar berhak, terutama khusus yang memiliki KTP diwilayah Kota Kotamobagu.

Hal itu disampaikan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sitti Rafiqah Bora, agar pihak pangkalan melakukan distribusi elpiji tidak ke masyarakat di luar Kota Kotamobagu.

“Penjualan elpiji tidak boleh ke luar daerah melainkan harus dan wajib ke masyarakat Kota Kotamobagu,” tegasnya.

Lanjutnya, ini karena tim terpadu Pemkot Kotamobagu sudah banyak menerima laporan dari masyarakat soal kelangkaan elpiji ini. Bahkan ada dugaan dan sudah terindikasi terdapat beberapa pangkalan yang diduga menjualnya ke daerah lain atau di luar Kota Kotamobagu.

“Untuknya, kami ingatkan jangan berani ada pangkalan yang melakukan praktik curang demikian,” jelas Asisten II ini.

Dirinya menambahkan, Pemkot Kotamobagu tidak akan segan-segan memberikan sanksi yang tegas kepada pangkalan yang kedapatan melakukan praktik curang.

“Akan kita berikan sanksi tegas. Makanya, kami ingatkan lagi, jangan sampai ada pangkalan yang berani menjual ke daerah luar. Sementara stok yang ada saat ini diperuntukkan bagi masyarakat Kota Kotamobagu,” ungkapnya.

Tak hanya sampai disitu, soal laporan masyarakat bahwa ada juga yang menjual diatas HET.

“Nah ini, tidak boleh. Apalagi khusus dengan harga elpiji subsidi atau tabung tiga kilogram harus sesuai HET yang ditetapkan pemerintah. Tidak boleh ada yang menjualnya diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni 18 ribu,” ujarnya.

Asisten II ini menyampaikan, dalam waktu dekat tim terpadu Pemkot Kotamobagu akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan elpiji yang ada di daerahnya.

“Jangan sampai dalam sidak nanti kita temukan ada kecurangan. Sebab, pasti akan kita berikan sanksi yang tegas,” pungkasnya.

Ia juga menambahkan, Pemkot Kotamobagu mengetahui persis ketersediaan stok gas elpiji Kotamobagu mencukupi selama bulan Ramadhan.

“Sebelumnya kita sudah rapat dengan Pertamina. Kemudian pihak Pertamina sudah menyetujui untuk menambah khusus kuota elpiji tiga kilogram di Kotamobagu sebanyak 20 persen dari biasanya selama Ramadhan ini. Makanya, kami yakin betul ketersediaan sangat cukup. Tetapi yang mengherankan justru saat ini belum sesuai fakta di lapangan, bahkan mengalami kelangkaan,” pungkasnya.

Diketahui jika sebelumnya kuota gas elpiji subsidi atau tiga kilogram hanya 6.125 tabung perhari. Kemudian pada saat memasuki bulan puasa, PT Pertamina (Persero) telah menambah kuota elpiji 3 kilogram sebanyak 5.000 tabung. Sehingga mencapai 11.125 tabung gas elpiji subsidi atau tiga kilogram perhari, untuk dibagi ke kurang lebih 262 unit pangkalan diwilayah Kota Kotamobagu.

(Yyn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: