Bolmong

Ribuan Ikan Mati di Sungai Ongkag Dumoga

BOLMONG – Ribuan ikan di Sungai Ongkag Dumoga Raya Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mati secara misterius. Belum tau penyebab matinya ikan-ikan tersebut. Namun, kuat dugaan, ikan-ikan itu mati akibat air sungai Ongkag Dumoga mulai tercemar limbah atau diracuni oleh oknum tak bertanggungjawab.

Warga sekitar berkumpul dan mengambil ikan yang sudah mengambang di permukaan air. Bahkan mereka terlihat berbondong-bondong membawa karung untuk diisi ikan-ikan yang diduga keracunan tersebut. Kejadian seperti ini bukan kali ini terjadi, sudah berulang-ulang selama beberapa bulan terakhir sejak akhir Oktober 2020 hingga Maret tahun 2021. ”Ini juga terjadi beberapa waktu lalu. Kalau lingkungan sudah tidak terjaga seperti ini, kemudian ikan-ikannya mati, warga sekitar tak bisa lagi memancing. Semoga ini bukan merkuri atau sianida yang bisa berdampak sampai pada kesehatan masyarakat,” kata Mahmud Mokoginta, warga Bolmong.

Hal ini mendapat kecaman warga sekitar, salah satunya Hendli Dampi SH, warga Desa Siniyung, Kecamatan Dumoga. Ia meminta pihak berwajib dalam hal ini pihak Kepolisian dan Dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, untuk segera melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. Perlu ditelusuri oknum tak bertanggungjawab dibalik matinya ikan-ikan secara mendadak ini.

“Kejadian ini tentu sangat meresahkan warga, karena semua desa yang dilewati oleh Sungai Ongkag Domoga tersebut pasti sebagian besar mencari ikan di sungai itu. Sampai saat ini, belum diketahui apakah ini merupakan hasil pembuangan limbah beracun atau ada oknum tak bertanggungjawab yang sengaja meracuni ikan-ikan tersebut. Kami meminta ada tindakan tegas dari pihak berwajib dan Dinas terkait,” tegas pemuda lulusan Universitas Negari Manado ini.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah, Limba Bahan Beracun dan Bernahaya (LB3) DLH Bolmong Deysi Makalalag mengatakan, pihaknya sudah mendengar informasi tersebut. Kata dia, pihaknya harus turun ke lokasi kejadian untuk melihat sumber pencemar disekitar lokasi tersebut. “Kita rencananya akan turun di lapangan, karena itu harus dilakukan verifikasi sumber pencemar disekitar lokasi kejadian,” katanya. Ia juga meminta warga untuk jangan dulu mengonsumsinya. karena belum mengetahui pasti penyebab matinya ikan-ikan tersebut. (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: