Bolmong

Sekda Buka Bimtek SIPD

BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Digelarnya Bimtek tersebut guna mempersiapkan penggunaanya pada tahun 2021 nanti, sesuai dengan Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan daerah.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tahlis Gallang yang mewakili Bupati Bolmong, bertempat di Hotel Grand Luley Manado dan menghadirkan pemateri dari Kemendagri.

Kegiatan yang diprakasai oleh Badan Keuangan Daerah (BKD), turut dihadiri Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling juga selaku ketua Badan Anggaran (Banggar) Wakil Ketua DPRD, Syukron Mamonto, Wakil Ketua DPRD Abdul Kadir Mangkat dan para anggota Banggar DPRD Bolmong, serta para pimpinan SKPD. Peserta dalam Bimtek tersebut, kepala sub bagian program dan operator.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan (BKD) Rio Lombone dalam laporannya menyampaikan peserta berjumlah 108 orang. Yang terdiri dari Kasubag Program dan operator di masing-masing SKPD. Sedangkan pemateri berasal dari Direktorat Bina Bangsa Kemendagri yang terdiri dari Yanuar Andriyana Putra, Kasie wilayah I Subdit dukungan teknis Direktorat perencanaan anggaran daerah Kemendagri, Dj Gagat Sidi Wahono Ketua Tim IT SIPD.

Tahlis saat menyampaikan sambutan Bupati mengucapkan terima kasih atas waktu yang diberikan bagi daerah Kabupaten Bolaang Mongondow. Dimana, di tengah kesibukan dari 540 daerah di Indonesia, Kabupaten Bolmong paling pertama.“Tentunya kami berterima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya,” kata Sekda Bolmong Tahlis Gallang.

Secara serentak untuk tahun 2021 seluruh daerah menggunakan SIPD.“Kalau dulunya kita menggunakan aplikasi yang berbeda-beda, untuk tahun 2021 ini disatukan dalam satu aplikasi yakni SIPD.” sambung Tahlis.

Nantinya lanjut Tahlis lewat aplikasi SIPD Kemendagri bisa memantau secara langsung ke masing-masing daerah. Kemendagri bisa melihat secara langsung dana transfer ke daerah, Kemendagri juga bisa memantau secara langsung evaluasi ke daerah-daerah.

“Itulah fungsi dan manfaat aplikasi ini. Karena langsung dipantau kondisi daerah. Bisa menjadi bahan evaluasi, bisa terpantau daerah yang sering melakukan pergeseran. Artinya tidak matang dalam perencanaannya,” pungkas Tahlis.

Sementara itu Ketua DPRD Welty Komaling mengatakan, Dalam penyelenggaraan Bimtek ini, perlu kehati-hatian dan tetap menerapkan protokoler Covid 19.“Kita saat ini tengah dalam situasi pandemi dengan jumlah peserta yang cukup besar ini, dapat diperhatikan yang menjadi ketentuan sesuai dengan protokoler kesehatan,” kata Welty. (sal/adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: