Bolmong

Kemarau, Petani Terancam Gagal Panen

BOLMONG— Sejumlah areal persawahan di Bolmong mulai mengering. Hal ini diakibatkan suplai air untuk tanaman padi makin menipis, karena kemarau sudah terjadi di Bolmong beberapa pekan terakhir. “Sudah beberapa pekan terakhir ini hujan sudah tidak lagi turun sehingga areal persawahan makin mengering,” ungkap sejumlah petani di Bolmong. Terpantau, sejumlah areal persawahan di pantai utara (Pantura) Bolmong sudah mengering. Hal yang sama, sebagian persawahan di Dumoga Raya terlihat stok air makin menipis. Akibatnya, sejumlah padi yang ditanam mulai menguning karena kurangnya pasokan air. “Kami hanya mengandalkan air irigasi. Tentunya, jika air berkurang pastinya persawahan ini akan kering,” ujar I Made Rai Tilem yang warga Dumoga.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bolmong Ir Remon Ratu menjelaskan, biasanya September merupakan musim kemarau. Namun untuk mengantisipasi tanaman padi di sawah pihaknya akan menyiapkan pompa air untuk memasok air di persawahan. “Langkah ini untuk menjaga kondisi persawahan tetap terisi air sehingga target  Indeks Penanaman (IP) terpenuhi,” terangnya.

Menurut Ratu, pihaknya sejak bulan Juli sudah menyalurkan bantuan pompa air bagi wilayah rawan air. “Di Bolmong memang ada beberapa wilayah saat curah hujan menurun irigasi itu kesulitan air. Sehingga untuk menjaga persawahan tetap terisi air, kami memberikan pompa air bagi petani. Nantinya mereka bisa mengambil dari sungai,” kata Ratu. Adapun wilayah rawan air, Ratu mengungkapkan terdapat Enam wilayah di Kabupaten Bolmong adalah Kecamatan Poigar, Bolaang Timur, Sangtombolang, Dumoga timur, Dumoga Barat, dan Dumoga Utara. “Kami menyerahkan Pompa air kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. Diketahui, sekitar 1.024 hektar lahan pertanian di tujuh kecamatan berpotensi kekeringan. Bahkan, dari jumlah tersebut, seluas 522 hektar lahan dipastikan gagal panen. (sal)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: