AdvertorialBolmong

Yasti Hadiri Pengukuhan Bunda PAUD dan Pelantikan HIMPAUDI Bolmong

BOLMONG– Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow hadiri pengukuhan Bunda PAUD Bolmong, Win Ponuntul dan pelantikan Pengurus Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) yang diketuai oleh Hetty DG Masenge SKM, di D’talaga Resto Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Selasa (26/2).

Kegiatan itu dihadiri langsung, Ketua HIMPAUDI Provinsi Sulut Julyeta Runtuwene, Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Kurniawan beserta ketua tim pengerak PKK Kotamobagu.

Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus ucapan selamat atas pengukuhan bunda PAUD dan pelantikan HIMPAUDI Bolmong. “Alhamdulillah, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Insya Allah pengukuhan dan pelantikan pada hari ini mendapat ridho dari tuhan yang Maha Esa Allah SWT dan kita semua tetap diberikan kekuatan dan kesehatan guna melaksanakan pekerjaan kita kepada masyarakat bangsa dan negara teristimewa daerah Bolmong dan Kotamobagu yang sama-sama kita cintai ini ” ucap Yasti.

Sebagai Bupati, atas nama pemerintah Bolmong dirinya mengucapkan selamat bertugas dan berkarya pada bunda PAUD Bolmong dan Kotamobagu yang baru saja dilantik. “Semoga pengukuhan dan pelantikan pada hari ini menjadi langkah awal dalam pembentukan watak dan karakter anak-anak kita sebagai generasi bangsa,” harapnya.

Dia menambahkan, jika bicara tentang pendidik, Bunda PAUD dan HIMPAUDI tugasnya ada dua fungsi yaitu mendidik dan mengajar. Tugas dari pada bunda dan nyunda adalah mendidik anak usia emas golden each. “Jadi, Ibu dan bapak harus tau anak yang dibawah 5 tahun itu, memorinya sangat tajam. Apa yang dia lihat, apa yang dia dengar akan terus dia ingat sampai tua itu pasti dia akan tetap ingat. Oleh sebab itu tentu saya berharap betul bunda dan nyunda PAUD ini melaksanakan dua fungsi yaitu fungsi mendidik dan fungsi mengajar,” jelasnya.

Dirinya mengingatkan, tugas pokok dan tanggungjawab Bunda PAUD dan PAUDI serta kepada semua orang tua mendidiklah anak anak ini sama dengan mendidik anak anak kita sendiri. “Mendidik dengan hati serta memberikan senyuman kita agar supaya anak anak ini menjadi anak anak yang berkarakter,” pintanya.

Lanjutnya, intelgensi ekusion penting tapi emosional ekusion itu lebih penting dari pada intelegensi ekusion. Katanya, apabila dirinyandikasi pilihan saya lebih memilih kependidikan karakter dari pada pendidikan informal dan formal. “Kenapa hari ini bangsa kita banyak skali anak anak yang salah arah, pergaulan bebas dan lain sebagainya karna sejak kecil tidak diajarkan emosional ekusen,” tuturnya.

Emosional ekuesen itu tambahnya, tidak hanya ada di bunda paud tapi kita boleh kerja sama dengan ibu bapak pendeta, imam, pegawai syari, sama-sama mengajarkan pemahaman agama yang benar kepada anak anak kualitas sejak dini.

“Mendidik anak yang masih balita jauh lebih sulit dari pada didik anak yang sudah meranjak remaja dan dewasa. Bentuk karakter anak ini itulah yang paling sulit dan itu ada dipundak ibu bapak sebagai bunda dan nyunda paud yang ada di desa masing masing,” katanya mengakhiri. (Ind/Adve)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: