Bolmong

2 Tahun Siswa SMP N 14 Dumoga Numpang di Kantor Desa

Proses belajar mengajar siswa kelas VIII di kantor Desa Tapadaka Utara

Status menumpang di kantor desa tak menyurutkan semangat proses belajar mengajar puluhan siswa SMP Negeri 14 Dumoga. Bahkan, dengan kondisi yang sangat terbatas, capaian nilai para siswa justru di atas rata-rata pada setiap ujian semester.

Laporan : Faisal Amu – Dumoga

SMP Negeri 14 Dumoga adalah sekolah baru yang beroperasi sejak 2 tahun lalu. Sekolah yang terletak di Desa Tapadaka Utara Kecamatan Dumoga Tenggara ini terbentuk untuk menghindari anak putus sekolah. Kepala sekolah SMP Negeri 14 Dumoga Sri Suharni SAg Mpd, yang juga inisiator berdirinya sekolah ini mengatakan, awalnya hanya sekedar kumpul-kumpul yang penting anak-anak desa setempat tidak putus sekolah, mereka kemudian dipinjamkan tempat oleh pemerintah desa. Karena sesuai aturan jarak antar SMP itu minimal 8 km, sedangkan tak jauh dari SMP Negeri 14 Dumoga ada juga SMP Negeri 2 di Desa Mopuya, dan SMP Negeri 6 di Konarom. Namun, karena alasan ekonomi orang tua murid yang kurang mampu dan menghindari putus sekolah, akhirnya sekolah ini bisa dibentuk.

”Semangat para orang tua murid yang menjadi modal awal pembentukan sekolah ini, pada bulan Juni 2017 Kami kemudian dipinjamkan tempat oleh sangadi (kepala desa), sebagai proses belajar mengajar murid kelas VIII di kantor desa, dan murid kelas VII di sebuah ruang SD Tapadaka Utara,” kata Suharni. Pemerintah desa bersama orang tua murid kemudian melakukan kerja bakti, membersihkan kantor desa dan mengadakan meja dan kursi seadanya agar proses belajar mengajar dimulai. Bahkan, biaya operasional awal berdirinya sekolah hingga pengadaan seragam, berasal dari uang pribadi kepala sekolah. Hingga saat ini ada sembilan orang tenaga sukarela yang mengajar. “Tenaga pengajar semua sukarela. Mereka punya semangat yang sama dengan kita, untuk menghindari anak putus sekolah,” imbuh Suharni. Lanjutnya lagi, sebagian besar anak-anak sudah tidak bersekolah, dan akhirnya mau sekolah lagi karena ada SMP yang dekat.

Usaha Ibu Sri Suharni agar sekolahnya berubah status menjadi sekolah negeri pun berbuah manis. Pemkab Bolmong merespon perjuangan Ibu Suharni. Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow langsung mengeluarkan ijin operasional pada 6 Agustus 2018. Tak hanya itu, SMP Negeri 14 Dumoga juga langsung menerima Sertifikat Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) pada bulan yang sama. ”Kami tahu ibu bupati sangat peduli dengan pendidikan, makanya semua dokumen kami lengkapi untuk menjadi status sekolah negeri. Kami juga sudah mengusulkan pembangunan sekolah ini melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) desa hingga kecamatan,” kata Suharni. Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Renti Mokoginta SPd MAP mengatakan, rekomendasi pemerintah yang dikeluarkan bupati untuk menghindari anak putus sekolah. ”Ini salah satu usaha untuk minimalisir anak putus sekolah. Apalagi, para muridnya berasal dari keluarga yang kurang mampu,” kata Renti. Lanjutnya lagi, pembangunan gedung sekolah baru sudah diusulkan, karena pihak sekolah juga sudah melampirkan akta hibah atas tanah yang akan dibangun sekolah. Sementara itu, Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Diknas Abdul Rivai Mokoagow SPd mengatakan, pemkab mengusulkan anggaran pembuatan Ruang Kelas Baru (RKB) melalui Dana Alokasi Khuhus (DAK) di kementrian. “Sudah diusulkan tahun lalu melalui DAK. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 500 juta lebih. Kami tinggal menunggu realisasinya,” kata Mokoagow. (*)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: