Bolmong

Bupati Beberkan Kekecewaannya, Hingga Memindahkan RKUD dari Bank SulutGo ke BNI

Yasti Soepredjo Mokoagow

BOLMONG– Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Momoagow kembali menyampaikan beberapa alasan, dirinya memindahkan Rekening Umum Kas Daerah (RKUD) dari Bank SulutGo (BSG) ke Bank BNI.

Beberapa alasan itu, disampaikan Bupati yang turut didampingi Sekda Tahlis Gallang, Asisten II Yudha Rantung, Asisten III Ashari Sugeha dan Kepala Diskominfo Parman Ginano, saat menggelar konfrensi pers, Rabu (6/2).

Yasti menyampaikan, penggunaan RKUD selama di BSG tidak sesuai ekspetasi Pemkab Bolmong. Selain itu Yasti menyebut regulasi yang menjadi acuan pemindahan RKUD. Menurutnya, Undang-Undang Nomor 12 dan Permendagri jelas mengatur bahwa Gubernur, Bupati dan Walikota diberikan kewenangan untuk menempatkan RKUD di bank yang sehat. “Jadi, bukan bank pemerintah, bukan bank BUMD, tetapi bank yang sehat dengan prinsip-prinsip bisnis,” ungkap Yasti.

Ditambahkan, sebagai bupati, dirinya tentu melihat apakah BSG bisa kompetitif di dalam bisnisnya atau tidak. Apalagi, di tahun 2017 lalu, salah satu yang membuat Pemkab Bolmong mendapat opini disclaimer dari BPK, karena rekening koran atau RC yang ada di BSG berbeda dengan data keuangan Pemkab Bolmong. “Tak hanya itu, Juli 2018 launching pembayaran PBB online, ada perbedaan Nomor Objek Pajak (NOP) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) kita dengan BSG. Masalah ini harusnya bisa terselesaikan tapi karena BSG tidak membuka akses dan tidak pernah memberikan informasi kepada Pemkab, yah begini jadinya,” katanya.

Lanjutnya, Pemkab Bolmong merasa dirugikan saat rekanan dengan BSG. Pemkab Bolmong telah menyumbang laba sebesar Rp 40 miliar, tapi CSR yang diberikan hanya 2 unit ambulans di tahun 2017 dan 2 unit dump truck sampah di tahun 2018. “Sedangkan di BNI belum cukup 1 tahun sejak bulan April 2018, CSR kita akan diberikan 2 unit mobil Damkar, yang harganya per unit berkisar Rp 1 milliar lebih,” ucapnya.

Selain itu, untuk menunjang Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak Bolaang Mongondow Raya (BMR) Bupati Yasti juga meminta agar BSG memberikan ruang khusus untuk anak-anak BMR agar menempati beberapa struktur jabatan di direksi BSG. “Pada Oktober 2017 lalu saya sempat bertemu tiga dewan direksi BSG, tidak meminta untuk diisi di bagian Direksi. Yang saya minta di bagian divisi harus ada anak asli BMR, tapi tak juga diindahkan. Makanya menurut saya Bank SulutGo salah visi. Harusnya Torang pe Bank diganti dengan Torang pe Doi Ngoni pe Bank,” katanya mengakhiri. (Ind)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: