Bolmong

Tuntut Ganti Rugi Lahan, Ratusan Warga Datangi Dumoga Utara

BOLMONG – Ratusan warga dari sembilan desa/kelurahan datangi Kecamatan Dumoga Utara, Senin (17/12). Tujuannya untuk memasang spanduk pemberitahuan tentang lahan mereka yang saat ini ditinggali para transmigran dari Jawa dan Bali, di Kecamatan Dumoga Utara. “Tujuan kami untuk menindaklanjuti rapat pemilik dan ahli waris yang terdiri dari 1.114 KK diikuti oleh pemangku adat, terkait dengan lahan EX UPT Mopuya, Mopugad dan Tumokang Kecamatan Dumoga Utara,” kata kordinator aksi, Siti Nadira Manoppo.

Awalnya, massa diterima di perbatasan Dumoga Utara dan Dumoga Tenggara. Tripika Kecamatan Dumoga Utara yang terdiri dari camat, kapolsek, danramil bersama Wakapolres Kotamobagu Kompol Suharman Sanusi melakukan musyawarah agar massa tidak ke lokasi untuk memasang spanduk, dengan alasan keamanan. “Kami tidak bisa mengizinkan pemasangan spanduk atau apapun, karena yang bisa melakukan itu hanya dari pihak pengadilan,” kata wakapolres Kompol Suharman Sanusi.

Musyawarah di perbatasan tidak ada titik temu. Namun, perwakilan massa yang terdiri dari unsur lembaga adat diundang ke Kantor Camat Dumoga Utara untuk melanjutkan lagi musyawarah. Hingga berita ini ditulis, musyawarah tahap II sementara berlangsung di aula kantor camat.

Diketahui, sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Kotamobagu Nomor : 88/Pdt.G/2012 tanggal 22 April 2012. Putusan Pengadilan Tinggi Manado Nomor: 115/Pdt/2013/PT MDO,tanggal 19 September 2013. Putusan Mahkama Agung RI Nomor: 816.K/Pdt/2014 tanggal 22 Seotember 2014. Lahan itu sah milik penggugat.

“Tercantum bahwa lahan seluas 1490,5 Ha yang terletak di wilayah tersebut adalah sah milik kami para penggugat, yang telah digunakan untuk program transmigrasi,” ungkap kordinator aksi, Siti Nadira Manoppo. (sal)

 

 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: