Bolmong

Hadiri BBGRM, Yasti Minta Semangat Gotong Royong Terus Ditumbuhkan

BOLMONG— Istilah gotong royong adalah ciri khas budaya bangsa Indonesia sejak dahulu. Namun seiring perjalanan waktu dan masuknya pengaruh budaya luar yang sangat individual saat ini, rasa kebersamaan dan gotong royong semakin memudar, kepekaan sosial mulai berkurang, tegur sapa dan kesadaran saling membantu saat ini sudah mulai luntur, sehingga diperlakukan daya ungkit untuk menumbuhkan kembali semangat ke gotong-royongan.
Hal tersebut diungkapkan  Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow hadiri pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XV tingkat Kabupaten Bolmong, di Desa Bango Molunow Kecamatan Bolaang, Kamis (12/7). “Melalui berbagai program dan kegiatan pembangunan yang mencakup aspek kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya, agama, dan pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui pelaksanaan BBGRM, untuk menumbuhkan kembali semangat ke gotong-royongan,” ungkap Yasti dalam sambutannya.
Dirinya sangat mengapresiasi serta menyampaikan terima kasih, atas pelaksanaan kegiatan pencanangan bulan BBGRM, sebagai upaya kita semua dalam mendorong semangat seluruh masyarakat desa di Kabupaten Bolmong, dalam rangka menggiatkan dan menggalakan kembali semangat gotong royong, atau yang dalam bahasa Mongondow dikenal dengan istilah Moposad di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat kita saat ini.
Bupati menjelaskan, BBGRM kali ini merupakan momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kembali tentang arti penting gotong royong, terutama kepada generasi muda sebagai generasi penerus di daerah ini. Dalam membentuk sosial budaya keluarga serta masyarakat yang kondusif dalam pembangunan, sebagaimana tujuan dari pelaksanaan BBGRM gotong royong kali ini yaitu pertama, sebagai upaya kita dalam meningkatkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan, dan kewaspadaan masyarakat dalam pembangunan. “Kedua, meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berdasarkan rasa kebersamaan dan keanekaragaman, menuju pada penguatan integritasi sosial melalui kegiatan kegotong royongan,” jelasnya.
Hal yang ketiga kata Yasti, meningkatkan komitmen Pemerintah Daerah untuk melanjutkan dan mengembangkan pembangunan keluarga, dan ke empat yaitu, meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggungjawab masyarakat, terhadap nilai-nilai pembangunan.  “Olehnya, melalui kesempatan yang baik ini saya mengajak kita sekalian terutama kepada seluruh komponen masyarakat yang ada, memanfaatkan BBGRM ini dengan sebaik-baiknya, sehingga kebersamaan dan kegotong-royongan dalam membangun desa, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.
Sekadar diektahui, kegiatan dirangkaikan dengan beberapa agenda, salah satunya penyerahan surat pemberitahuan pajak terhutang atau SPPT dan daftar himpunan ketetapan dan pembayaran atau DHKP, PBB-P2. Dan kegiatan ini pun dihadiri Sekkab Bolmong Tahlis Gallang bersama istri, CEO BNI Wilayah BNI Haris Agus Handoko, Pimpinan Kcp Lolak Rommy Wahido, pimpinan SKPD, sangadi serta camat, dan tokoh masyarakat. (Ind/Adve)
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: