Bolmong

Warga Dumoga Raya Resah, Penderita Penyakit DBD Terus Bertambah

BOLMONG— Penderita Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terus bertambah. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes), sebanyak 32 warga Bolmong positif terkenak penyakit mematikan ini.
Data di Dinkes Bolmong, penderita DBD di Triwulan I di Puskesmas Imandi 17, Puskesmas mopuya enam, Puskesmas Passi dua, berarti keseluruhan di Triwulan I ada 25 kasus. Sementara, di bulan April ini, di Puskesmas Pusian, sudah didapati tujuh kasus positif DBD. Jadi hingga April ini, keseluruhannya mencapai 32 kasus.
Data tersebut menunjukan, di Kabupaten Bolmong, daerah yang paling banyak terkenak penyakit menular ini adalah dataran Dumoga. Hal ini juga dibuktikan dengan bertambahnya tiga kasus secara berturut-turut warga terkenak penyakit ini dalam waktu sepekan terakhir.
Bahkan, dikabarkan sudah ada yang meninggal yang diduga akibat menderita penyakit  tersebut. Hal ini membuat warga di dataran Dumoga resah. “Pemerintah seharusnya cepat merespon ketika sudah mendapati ada warga yang positif menderita DBD. Apa harus menunggu banyak korban kemudian ada tindakan,” ujar sejumlah warga Dumoga.
Menanggapi hal tersbut, Kepala Dinkes Bolmong Sahara Albugis melalu Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Keswa Wiyono SST mengatakan, kondisi cuaca, prilaku hidup bersih dan sehat memicu munculnya penyakit dampak dari lingkungan. Diantaranya DBD yang terjadi di beberapa wilayah salasatunya di Kecamatan Dumoga. “Melihat kondisi ini, kami dari Dinkes langsung gerak cepat investigasi dan koordinasi dengan Camat, Koramil dan Polsek setempat untuk menangani masalah yang terjadi, kami juga lakukan investigasi di sekolah untuk mempercepat informasi melalui guru dan siswa, selanjutnya ditemuakan pot bunga di ruang kelas yang airnya tidak dikontrol secara berkala, hal ini merupakan tempat perindukan aedes, ini sangat perlu diperhatikan,” ungkap Wiyono Selasa (24/4).
Dia menambahkan, pihaknya bersama Camat Dumoga, Koramil dan Polsek bersama warga Dumoga I, Siniyung, Siniyung I dan Bumbungon hari ini melakukan kerja bakti masal. “Sekaligus kami lakukan fogging masal, dengan harapan jentik bisa lenyap dan nyamuk dewasa mati juga, karena lingkungan telah dibersihkan,” tambahnya.
Dirinya mengimbau, untuk masyarakat yang merasa demam disarankan segera melapor untuk penanganan lebih lanjut. “Kejadian sebelumnya, merupakan pengalaman dan pembelajaran kepada kita sumua yang harus peduli dan tanggap terhadap kondisi lingkungan,” imbaunya.
Lanjutnya,  sebanyak tujuh kasus DBD di Kecamatan Dumoga diantaranya Dumoga I  empat kasus, Desa Siniyung dua kasus dan Desa Siniyung I satu kasus. Namun kata dia, untuk Desa Siniyung I adalah kasus impor. Sementara, dari semua pasien yang ada semua telah sembuh. “Ada satu pasien dirujuk ke Manado karena kelainan jantung bukan DBD, dan satu warga yang dikabarkan meninggal kemarin adalah warga lansia bukan karena DBD, begitu juga anak-anak yang dikabarkan meninggal karena DBD, ternyata setelah diklarifikasi bukan DBD,” katanya mengakhiri. (Ind)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: