Bolmong
Peringati Jumat Agung, Umat Kristiani Gelar Perjamuan Kudus

BOLMONG— Seluruh umat kristiani di seluruh dunia peringati hari Jumat Agung atau hari Jumat sebelum Minggu Paskah, sebagai hari peringatan penyaliban Yesus Kristus dan wafatNya di Golgota, Jumat (30/3) kemarin.
Para Umat kristiani mengikuti ibadah Perjamuan Kudus yakni memakan roti dan meminum anggur yang dituang di gelas (cawan). Mereka yang melakukan perjamuan kudus adalah mereka yang benar-benar memiliki kerinduan untuk merenungkan dan memperingati penyaliban Yesus Kristus dan wafatNya di Golgota.
Pantauan ProBMR.com, baik di media sosial, pada umumnya gereja melakukan perjamuan kudus tersebut. Terpantau, di Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) Pniel Siniyung Kecamtan Dumoga, ratusan jemaat berbondong-bondong ke gereja dengan tujuan mengikuti pelaksanaan Perjamuan Kudus itu.
Ketua Jemaat GMIBM Pniel Siniyung Welly Manansal S.Th dalam khotbanya mengatakan, perjamuan kudus ini adalah simbol memperingati sengsara dan wafatnya Yesus di kayu salib. “Potongan roti yang kita makan sebagai bentuk kita merefleksikan iman dan mengingat sengsara tubuh Yesus dari taman Getsemani, ditangkap, diadili, dijatuhi hukuman mati, dicambuk, dimahkotai duri, memikul kayu salib, hingga tangan dan kaki terpaku di atas Bukit Golgota,” katanya.
Usai memakan roti, dilanjutkan dengan meminum anggur perjamuan kudus yang dituang di cawan, kemudian diminum oleh masing-masing jemaat yang bersedia mengikuti perjamuan kudus tersbut. Dijelaskan Manansal, ini diartikan, sebagai cawan perjajian baru yang dimeteraikan oleh darah Yesus. Sehingga setiap kali umat Kristiani meminumnya, berarti melakukan peringatan akan apa yang Yesus telah lamukan di kayu salib, yakni darah yang tercurah untuk menebus dosa manusia. Sebab kata dia, setiap kali umat Kristiani makan roti dan minum cawan tersebut, itu sebagai bentuk memaknai bahwa umatnya memberitakan kematian Yesus, sampai Yesus datang kembali,” jelasnya.
Sementara itu, Bendahara GMIBM Bolmong Richsan Kakunsi SPd mengatakan, sangat memaknai baik saat melakukan perjamuan kudus tersebut. “Ya, Jumat Agung pasti selalu diwarnai dengan Perjamuan Kudus. Karena saat Perjamuan Kudus, kita merenungkan kembali betapa besar pengorbanan Yesus di kayu salib kepada kita semua manusia. Namun, kiranya tidak hanya pada momen pelaksanaan Perjamuan Kudus seperti ini kemudian memaknai dan mengingat pengorbanan Yesus, tetapi setiap hari kita betul-betul menghayati Kasih KaruniaNya untuk kita semua,” katanya mengakhiri. (Ind)




