Bolmong

Rombongan Kirab Pemuda Nusantara Bangga Kunjungi Dumoga Utara

BOLMONG – Perasaan takjub dan terkesima terlihat dari raut wajah para rombongan Kirab Pemuda Nusantara 2017 saat tiba di Kecamatan Dumoga Utara, Sabtu (4/11). Rombongan yang terdiri dari 34 pemuda dari setiap provinsi se-Indonesia berserta panitia, disambut Camat Dumoga Utara Ketut Kolak SSos MKes dan kapolsek AKP Kasad Mokodongan, para sangadi 16 desa bersama masing-masing aparat, beserta sejumlah murid SMU/SMK. Tiba sekitar pukul 10.00 wita, para rombongan menerima ucapan selamat datang dan dikalungi bunga oleh siswa SMK yang berpakaian adat Bali, Jawa, dan Mongondow di depan kantor camat. Rombongan kemudian dipersilahkan masuk kantor diiringi tarian Joged Bali.

Dalam sambutannya, Camat Dumoga Utara mengapresiasi kunjungan rombongan kirab pemuda nusantara di wilayahnya. ‘’Ini sebuah kehormatan bagi kami. Selamat datang di wilayah dengan kemajemukan dan toleransi tertinggi di Indonesia. Kecamatan kami dikenal dengan sebutan Indonesia Mini, dengan simbol rumah ibadah yang dibangun berdekatan,’’ kata Ketut Kolak. ‘’Rumah ibadah yang saling berdekatan seperti ini hanya ada di dua tempat, yakni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan di Mopuya. Tapi di TMII itu setingan, beda dengan di Mopuya yang didasari toleransi dan keberagaman penduduknya,’’ imbuhnya. Para rombongan kirab juga langsung mengunjungi satu persatu rumah ibadah di Mopuya, dibangun berdekatan, hanya dibatasi dinding setinggi dua meter. Masing-masing
Masjid Jami’ Al-Muhajirin, Gereja GMIBM Immanuel Mopuya, Pura Puseh Umat Hindu,
Gereja KGPM Sidang Kalvari Mopuya, Gereja Katolik Santo Yusuf Mopuya,
dan Gereja Pantekosta. ‘’Rumah-rumah ibadah disini juga menjadi daya tarik pengunjung dari luar daerah,’’ imbuh sangadi (kepala desa) Mopuya Selatan Kuswandi Gali.

Dia menambahkan, kerukunan antar umat sangat terlihat saat perayaan 
hari besar keagamaan. Momen-momen seperti itulah pengunjung cukup 
banyak. Seperti Nuzulul Quran, Galungan, dan Paskah. Demikian juga 
dengan acara keagamaan umat Hindu, yakni upacara Ngembak Geni. Upacara 
itu setelah hari raya Nyepi, mereka melakukan Sima Karma, saling 
mengunjungi untuk bermaaf-maafan. ‘’Tidak hanya antar sesama umat 
Hindu, namun juga melibatkan semua agama yang ada di sini,’’ katanya.

 

Salah satu peserta kirab asal Provinsi Sumatera Barat Ivalia Yolanda mengaku kagum. Ia bahkan tak percaya ada tempat seperti ini di Indonesia. ‘’Capek kami hilang. Tergantikan dengan rasa takjub dan kekaguman yang luar biasa. Mulai dari penyambutan lintas pemuda dengan pakaian adatnya masing-masing, hingga mengunjungi rumah-rumah ibadah yang hanya dibatasi tembok setinggi dua meter. Ini luar biasa, sungguh terasa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama dan ras,’’ kata Ivalia. Rombongan didampingi langsung Kadis Pemuda dan Olahraga Bolmong Olii Mokodongan bersama jajarannya. (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close