Advertorial

Kesulitan Akses Air Bersih, 800 KK di Banjarnegara Mandi Air Keruh

Sebanyak 800 KK di Desa Jalatunda, Mandiraja, Banjarnegara masih mengalami krisis air bersih hingga saat ini. Mereka terpaksa mandi di sungai yang keruh dan sangat terbatas lantaran sulit jika membeli air bersih setiap hari. Kepala Desa Jalatunda, Satam, mengatakan untuk membeli air bersih warga harus mengeluarkan Rp 4 ribu untuk satu galon. Air tersebut biasanya digunakan warga untuk keperluan air minum dan memasak setiap harinya.

“Beli air bersihnya ada yang di dalam desa, ada yang ke luar desa Jalatunda, karena stok di dalam desa terbatas,” terangnya, Kamis (14/9/2017). Sedangkan untuk keperluan mencuci serta mandi, Satam menyebutkan warganya menggunakan air Sungai Sapi yang berada sekitar 2 kilometer dari rumah warga. Meski saat ini, air di sungai tersebut terus berkurang.

Menurutnya, meski air di sungai tersebut keruh, namun warga tidak ada pilihan lain. Beberapa warga membuat sumur resapan di tepi-tepi sungai untuk mencari air yang sedikit lebih bersih.”Bahkan, dari pemerintah desa sudah mengaduk sungai agar lebih dalam. Sehingga untuk mandi dan mencuci lebih mudah,” kata Satam.

Saat ditanya soal bantuan droping air bersih, ia mengaku warga di wilayahnya sudah menerima. Namun droping air bersih tersebut tidak dilakukan setiap hari sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan warga setiap hari.”Di Desa Jalatunda memang langganan krisis air selama musim kemarau,” imbuhnya.

Dewi, salah seorang warga setempat, mengaku terpaksa mandi dan mencuci di air keruh. Meski air di sungai tersebut kerap membuat gatal-gatal di bagian tubuh.”Mandi di sini. Kadang bikin gatal di tangan dan di anggota tubuh lainnya. Air bersih dari bantuan droping atau pas beli digunakan untuk memasak di rumah,” tuturnya.

detik.com

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close