Bolmong

Yasti jadi Tersangka, Ribuan Warga Gelar Aksi

 

IMG-20170731-WA0017

BOLMONG— Ribuan warga Bolaang Mongondow (Bolmong) lakukan aksi solidaritas Senin (31/7). Ini merupakan bentuk dukungan mereka terhadap orang nomor satu di Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam  dugaan khasus pengrusakan di PT Conch dan PT Sulenco. Masa aksi mengaku kecewa dengan keputusan Polda tersebut.

Terpantau, dua titik yakni pertigaan Kaiya dan Jalur dua menuju kantor Bupati, dipadati masyarakat yang unjuk rasa. Aksi damai ini membuat, jalur trans Sulawesi baik dari arah Manado, Kotamobagu dan Gorontalo macet selama kurang lebih dua jam.

Koordinator aksi Hamri Mokoagow dalam orasinya menyampaikan, bagi rakyat Bolmong, Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow merupakan pemangku adat tertinggi dengan gelar “Ki Sinungkudan”. Atas kedudukan ini, bagi rakyat Bolmong menjaga kedudukan Bupati selama masih dalam koridor memperjuangkan hak rakyat adalah sebuah kewajiban dan harga mati. Bagi rakyat Bolmong membela kedaulatan Bupati merupakan bagian dari mempertahankan jatidiri sebaga identitas. Sehingga pihak manapun yang coba mencoreng hal tersebut berarti sama saja merendahkan kedudukan dan identitas Bolmong sebagai sebuah bangsa. “Rakyat Bolmong sangat terpukul dengan ditetapkannya Yasti Soepredjo Mokoagow sebagai tersangka dalam kasus pengerusakan di PT Conch dan PT Sulenco setelah Polda Sulut melakukan gelar perkara pada 25 Juli lalu. Bupati sebagai representasi dari Pemerintah, sejatinya hadir untuk memberikan jaminan kesejahteraan kepada rakyatnya. Penegakan aturan di daerah kepada perusahaan asing yang secara ilegal melakukan aktivitas di Bolmong adalah kewajiban, sebab upayatersebut semata-mata memperjuangkan hak rakyat dan kepentingan daerah,” ungkapnya.

Karena  itu, melawan kesewenangan terhadap kedudukan Bupati menjadi kewajiban rakyat Bolmong sebagai bagian dari upaya mempertahankan harga diri. Terkait putusan penetapaan Bupati sebagai tersangka, rakyat telah memutuskan petisi dengan bulat dan teguh. “Apa yang terjadi pada PT Conch, bukanlah pengerusakan seperti apa yang disangkakan. Akan tetapi penertiban bangunan yang tidak berizin. Setelah sebelumnya beberapa waktu lalu Pemda meminta surat izin IUP, WIUP yany tidak pernah mampu dipenuhi perusahaan,” kata Hamri.

Lanjutnya, masyarakat juga berharap kepada aparat kepolisian jangan terlalu mudah menetapkan pejabat publik yang membela kepentingan rakyat menjadi tersangka. Karena nanti aparat penegak hukum bisa dianggap hanya membela kepentingan pemilik modal meski merka telah melanggar aturan. Pihaknya meminta aparat berwenang diharapkan bersikap fair dan adil dalam menangani kasus ini. “Kami mengecam seluruh pihak yang menggunakan cara apapun dengan merekayasa konflik sebagai alat politik dari ambisi merebut kekuasaan. Karena rakyat Bolmong tidak mau menjadi pewaris konflik dan dendam, maka mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa, dan rakyat agar tidak di adu domba dan di pecah bela dengan isu apapun,” harapnya.

Ditambahkannya, bagi rakyat Bolmong, musuh rakyat hari ini adalah mereka yang mengadu domba rakyat, menciptakan konflik horisontal, menyebarkan fitnah dan kebencian serta menghalalkan segala cara untun berkuasa. “Petisi rakyat Bolmong ini akan disebarluaskan terus-menerus kepada seluruh rakyat. Baik di tingkat lokal maupun nasional melalui beragam bentuk aksi massa,”  tutupnya. (Ind)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close