Bolmong

Pemkab Bolmong Lakukan Pencegahan Penyakit Kusta dan Frambusia Bersama Kemenkes

IMG-20170710-WA0003

BOLMONG– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) laksanakan kegiatan Advokasi, sisialisasi dan  intensifikasi penemuan kasus Kusta dan Frambusia melalui kampanye kusta dan eradisi frambusia. Bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dinkes Provinsi Sulut, Dinkes Bolmong bersma RSUDB serta 17 Puskesmas se Bolmong senin, (10/7).

Bupati Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, dalam sambutan melalui Asisten ll Sonda Simbala mengatakan, pihaknya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan advokasi, sosialisasi dan intensifikasi. Sebagai wujud kepedilian Pemerintah Pusat (PP) dan Pemkab Bolmong dalam menciptakan masyarakat yang sehat. “Sehat merupakan hak setiap orang, karena setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses dan pelayanan kesehatan dengan baik, aman dan bermutu. Karena setiap orang juga diwajibkan untuk ikut mewujudkan, serta mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Lanjutnya, dampak yang ditimbulkan penyakit kusta dan frambusia sangat luas terutama pada status sosial dan ekonomi. Karena dapat menyebabkan kecatatan menetap. Sehingga, menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Penyakit kusta dan frambusia sebagian besar disebabkan karena kurang cepatnya respon masyarakat, terhadap potensi kemunculan penyakit kusta di lingkungan sekitarnya. “Untuk itu, agar penyakit ini tidak menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat, mari sama-sama kita turut serta mendukung untuk mencegah penyakit ini agar terus menemukan, mengampanyekan serta mengobati pasien yang masih terkena penyakit kusta dan frambusia. Saya mengajak kepada semua kalangan termasuk kita semua untuk berkomitmen dan meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan penyakit ini,”harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong Julin Papuling melalui Kepala Seksi (Kasie) P2M PTM dan Kesua Wiyono SST menjelaskan, kegiatan  advokasi, dan sosialisasi dan intensifikasi penemuan kusta dan frambusia akan direncanakan berlangsung selama dua hari. “Bolmomg merupakan salah satu kabupaten terpilih. Untuk lebih intens terhadap penanganan atas penderita kusta dan frambusia. Sehingga, hasil kesepakatan dengan kemenkes akan dilaksnakan intensifikasi dengan kemenkes selama dua hari,” tutupnya.

Turut hadir Kepala Seksi Kusta Subdit Penyakit Kronis Kemenkes RI Dr Tiara Pakasi MA, Kabid P2p Dinkes Provinsi Sulut Steaven Dandel MPH, Asisten ll Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sonda Simbala, Kepala RSDB, Seluruh Kapus se bolmong, Camat serta Sangadi. (Ind)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close