Ini Pesan Yasti di Upacara Peringatan Harla Pancasila

BOLMONG— Pancasila merupakan sebuah rangkaian proses yaitu rumusan 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir.Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945 dengan hasil musyawara yang melibatkan elemen Nusantara, sebagai dasar berbangsa dan bernegara.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yasti Soepredjo Mokoagow, saat membacakan sambutan selaku inspektur upacara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, dalam memperingati hari lahirnya Pancasila ke-72, di lapangan Kantor Bupati Lolak, Kamis (1/6).
“Adalah jiwa besar para Founding Fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara, sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita, lewat dasar Pancasila,” ungkap Yasti.

Yang harus diingat kata Yasti, bahwa kodrat Bangsa Indonesia adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah ke bineka tunggal ikaan kita. Namun dia, kehidupan berbangsa dan bernegara kita saat ini sedang diuji dengan munculnya paham-paham yang mengancam Pancasila dan UUD 1945. “Karena itu, peran serta para ulama, Ustadz, Pendeta, Pastor, Bhiksu, Pendanda, Tokoh Masyarakat, Pelaku Media, dan elemen lainnya untuk bahu-membahu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini,” tambahnya.
Dirinya berpesan, kiranya kita semua menjaga perdamaian dan persatuan, saling bersikap santun dan menghormati. “Ya, mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong, demi kemajuan bangsa,” tutupnya.
Upacara tersebut, turut dihadiri oleh Forkopimda, Camat, Sangadi, ASN lingkup Pemkab Bolmong, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama. (Ind/adv)




