Bolmong

Traffic Light Lolak Kembali Normal

IMG_20170314_123054

BOLMONG– Keinginan warga Bolaang Mongondow (Bolmong) dan pengendara yang sering melintasi jalan perempatan Kota Lolak Bolmong mulai terjawab. Pasalnya, Traffik light yang sudah bertahun-tahun tidak berfungsi dan sempat membuat warga dan pengendara resah ini, tampak sudah berfungsi lagi.

Terpantau, dengan berfungsinya Traffik light tersebut, keadaan lalulintas mulai teratur. Meski demikian, akibat lamanya Traffik light ini tidak berfungsi, membuat para pengendara tampak kaku. Ya, terlihat ada yang sudah bisa memperhatikan kalau lampu merah sudah menyala, namun ada juga yang belum. “Akhirnya pemerintah memperhatikan Traffik light tersebut, ini kan dampaknya bagus lalulintasnya mulai teratur. Namun diakui memang masih agak kaku, kadang ada pengendara yang melaju, kemudian lampu merah sudah menyala, langsung berhenti, dan kaget kalau Traffik light tersebut sudah berfungsi,” ungkap Herman Manggopa yang mengaku warga Lolak.

Meskipun demikan, pemerintah tetap diminta untuk melakukan pemantauan di jalur perempatan tersebut, karena perempatan tersebut merupakan jalan Trans Suawasi penghubung Manado hingga Gorontalo. “Ya, paling banyak kendaraan kan di jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan antara Manado dan Gorontalo. Nah pada saat lampu merah menyala pasti akan terjadi macet panjang. Sedangkan, arah jalan pantai ke pasar kendaraannya sedikit, jadi harus cari solusinya supaya lampu merah tidak mengganggu para pengendara yang berjalan jauh,” tutur sejumlah warga.

Menanggapi hal tersebut, Jultje Tumanduk Pelaksana Tugas (Plt) Dishub Bolmong mengatakan, pihaknya baru-baru ini fokus pada perbaikan Traffik light tersebut sehingga sudah berfungsi lagi. “Ya, saat ini sudah berfungsi. Tapi tetap kita pantau. Ada dua anggota Dishub yang akan memantau hingga beberapa hari ke depan. Sehingga bisa diperhitungkan untuk waktu lamanya lampu merah dan hijau menyala,” jelas Tumanduk.

Ditambahkan, harus diakui bahwa akibat dari lamanya waktu Traffik light tersebut tidak berfungsi, pengendara yang melintas jadi kaku saat kembali berfungsi. “Ya, tetap harus ada penyesuaian lagi untuk beberapa hari ke depan, lama kelamaan pasti normal. Kami juga akan merubah waktu antara dua arah jalan perempatan tersebut seperti waktu lampu merah dan hijau untuk jalur Trans Sulawesi akan lebih cepat waktunya dari pada jalur dari pantai ke pasar, sehingga diutamakan pengendara dari jalan Trans Sulawesi, karena paling banyak di jalir tersebut yabg berjalan jauh,” jambahnya.

Dirinya mengimbau supaya para pengendara yang melintasi di perempatan tersebut lebih memperhatikan aturan rambu lalulintas. “Jadi, para pengendara harus taati aturan di perempatan tersebut, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan akibat tidak memperhatikan lampu pada Traffik light,” tutupnya. (Ind)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close