
BOLMONG – Tahap kedua debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Bolmong 2017 digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bolaang Mongondow (Bolmong) di Convention Hall Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan 2 Kecamatan Lolayan, Senin (30/1).
Debat kedua dengan tema optimalisasi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) dihadiri dua pasangan calon masing-masing nomor urut 1 Yasti Soepredjo Mokoagow dan Yanny Ronny Tuuk (Yasti-Yanny) serta pasangan calon nomor urut 2 Salihi Bue Mokodongan dan Jefri Tumelap (SBM-JiTu) dengan panelis masing-masing Tresye Londa, Jhony Budiman, dan Ridwan Lasabuda.
Ferry Liando sebagai moderator membagi debat tersebut dalam empat segmen dan langsung mempersilakan kedua pasangan calon menyampaikan visi misi sesuai tema debat dalam segmen pertama.
Salihi yang diberikan waktu lebih dahulu menjelaskan dalam visi misi mereka konsep optimalisasi SDA yakni memberdayakan potensi SDA di daerah seperti di bidang pertanian melalui diversifikasi, meningkatkan produktifitas serta perluasan lahan pertanian. Selain itu, pembangunan destinasi wisata baru, satuan kerja untuk promosi wisata dan peningkatan aparaturnya. Sementara untuk optimalisasi SDM, menurut Salihi penting meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, penyediaan lembaga pendidikan termasuk non formal yang bermutu. “Serta bantuan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi,” ujaranya.
Yasti sendiri menjelaskan konsep optimalisasi SDA dalam visi misi mereka yakni berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 ayat 2 yang menyatakan, cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. “Atas dasar pijakan itu, kita akan melakukan pengelolaan SDA, semata-mata untuk kemakmuran rakyat,” kata Yasti.
Dia menjelaskan bahwa di bidang perkebunan ada sekitar 40 ribu hektare (Ha) lahan perkebunan di Bolmong yang ditanami tanaman cengkih, pala, kakao, dan lain-lain yang harus dikembangkan lagi. Di bidang pertanian, akan dilakukan diversifikasi dan ekstensifikasi. Begitu pula di bidang, perikanan, peternakan dan kelautan. “Sawah dan ladang yang luas jika dikelola maksimal bisa membawa Bolmong mencapai swasembada pangan,” jelas yasti.
Sementara untuk optimalisasi SDM, dengan melihat indeks prestasi manusia (IPM) Bolmong yang berada di bawah daerah lainnya di Sulawesi Utara (Sulut), haris dilakukan intervensi di bidang pendidikan misalnya dengan program anak asuh, sekolah gratis, yang tidak sekolah diikutkan dalam program paket A, B atau C. “Intinya semua warga berhak dan wajib mendapatkan pendidikan yang layak. Begitu pula kesehatan, serta pelatihan di bidang usaha,” katanya.
Ketiga panelis kemudian memberikan pertanyaan kepada pasangan calon, seperti komitmen melindungi mangrove serta strategi agar bagaimana itu bisa member nilai tambah bagi warga. Menurut calon Wakil Bupati nomor urut 1 Yanny Ronny Tuuk, dalam komitmen melindungi mangrove, dibutuhkan penegakan hukum yang tegas. Kemudian, pemerintah harus maksimal melakukan penyuluhan bagi warga soal pentingnya mangrove. Dan pemerintah harus men galokasikan anggaran untuk reboisasi.“Jika itu dilakukan, ancaman hilangnya SDA ini tidak akan terjadi di Bolmong,” jelas Yanny.
Calon Wakil Bupati nomor urut 2 Jefri Tumelap mengatakan zonasi berdasarkan tata ruang yang ada harus diterapkan maksimal. “Itu untuk menjaga agar mangrove tetap aman,” katanya.
Sejumlah pertanyaan lain yang muncul saat kedua pasangan calon dipersilakan bertanya dan menjawab seperti, upaya pemberdayaan perempuan dalam kelestarian lingkungan hidup, mengatasi pertambangan di sekitar hutan lindung, menaikkan rata-rata tingkat pendidikan warga, dan sebagainya.
Kedua pasangan calon kemudian diberikan kesempatan memberikan pernyataan penutup. Salihi dan Jefri berharap ke depan, SDA Bolmong dikelola pemimpin yang punya hati untuk rakyat . Kemudian, rakyat yang beragam profesi harus mempunyai kesempatan untuk bisa mendapat topangan dan bantuan kredit dari pemerintah. “Dan paling penting dalam pemilihan kepala daerah (PIlkada) ini, tetap menjaga persaudaraan dan jangan menjadi renggang,” kata Salihi.
Sementara pernyataan penutup pasangan Yasti dan Yanny bahwa persaudaraan jangan dicederai hanya karena berbeda pilihan dalam Pilkada dan tetap menjaga motto yakni Mototabian, Mototanoban dan Mototompiaan. “Serta pada 15 Februari nanti, semua wajib pilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) secara bersukacita, bergembira. Sebab meski calon di Pilkada ada dua, namun yang akan menang nanti hanya satu,” kata Yasti.
Kegiatan debat publik atau debat kandidat sendiri masih menyisakan satu tahap lagi yang akan dilaksanakan pada 7 Februari. (sal)



