
BOLMONG – Komisi Pemilihan Umum Bolaang Mongondow menggelar evaluasi untuk debat pasangan calon bupati dan wakil bupati tahap dua, Senin (30/1) besok. Diantaranya, pengamanan kepolisian yang terlalu ketat namun tak sesuai dengan kondisi acara. Apalagi, banyak undangan resmi dari KPU yang tak bisa masuk.
“KPU mendapat banyak komplain dari undangan yang tak bisa masuk karena pengamanan ketat. Kami akui itu. Namun, memang sudah tak sesuai dengan kondisi,” ujar Komisioner KPU Daendels Somboadile, Minggu (29/1).
Saat debat pertama, banyak kursi kosong. Ada yang menunggu di luar, ada pula yang langsung pulang. “Pengamanan membatasi pukul dua tak boleh masuk lagi. Tapi saya kira tak perlu seperti itu. Saya saja seorang komisioner, diperiksa semua tas saya. Masa saya penyelenggara, akan merusak kegiatan ini. Padahal sudah saya bilang,” kenang Daendels sambil tertawa.
Selain itu, jalannya acara tak berjalan sesuai jadwal acara. Terutama soal waktu. Baik panelis maupun moderator tak menjalankan sesuai jadwal. “Untuk moderator pun memang kurang membangun suasana,” ucapnya.
Terkait pemaparan visi misi maupun tanya jawab dengan pasangan calon Yasti Yanny dan SBM Jitu, kata Daendels tak sesuai tema. Tema sentral Hukum, Politik dan Tata Kelola Pemerintahan malah hanya sendikit yang disentil.
“Visi misi terlu meluas. Saat tanya jawab, seharusnya jawab saja singkat padat jelas sesuai tema. Tapi ada memang yang menjawab tak sesuai,” ucapnya.
Terkait euforia pendukung para calon, Daendels menyebut masih wajar. Moderator saja yang kurang memberi ruang bagi mereka untuk melakukan yel-yel dukungan.
“Terkait titik kumpul massa di luar gedung, akan bicarakan lagi dengan keamanan. Apresiasi pada pasangan calon yang datang tepat waktu. Sesuai jadwal pukul 13.00 Wita, kami langsung mulai,” jelasnya.
”Intinya, hampir banyak yang kami evaluasi di acara debat pertama. Semoga pada debat publik bagian kedua besok banyak hal yang diperbaiki,” pungkas Daendels. (mg1/sal)



