BolmongPolitik

Warga Blokir Jalan, Y2 Batal Kunjungi Motabang

foto:facebook
foto:facebook

BOLMONG – Meski belum ada penetapan calon, namun dinamika pemilihan bupati (Pilbup) sudah memanas. Kamis (20/10), puluhan warga yang diduga simpatisan bakal calon bupati, Salihi Mokodongan-Jefry Tumelap (SBM-Jitu) memblokir jalan Desa Motabang, Kecamatan Lolak. Ironisnya, saat bersamaan bakal calon Dra Yasti Soepredjo Mokoagow dan Yanny Ronny Tuuk STh MM (Y2), hendak bersilaturahmi di lokasi tersebut.

Berdasarkan pantauan, puluhan warga yang diduga simpatisan SBM-Jitu memadati jalan tersebut sejak siang hari. Sayangnya, menjelang kedatangan tim Y2 masyarakat semakin menjadi, bahkan jalan yang berada di kompleks kediaman SBM, dipalang dengan menggunakan kayu, bambu dan mobil serta bentor. Menariknya, di tengah-tengah aksi tersebut ditulis penolakan terhadap pasangan Y2 untuk masuk di Motabang. “Ini menunjukan ketidaksportifan dalam berdemokrasi. Seharusnya, wujud demokrasi adalah mempertaruhkan program bukan saling cegat-mencegat,” ujar Ketua PKB Bolmong Yusra Alhabsy.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, pasangan bakal calon bupati Y2 hendak bersilaturahmi dengan bendahara PAC PKB Kecamatan Lolak yang berada di Desa Motabang. Sayangnya, mendengar kedatangan tersebut, warga yang diduga simpatisan SBM-Jitu tak menghendaki Y2 masuk ke markas besar SBM-Jitu. “Kan kita hanya bersilaturahmi. Biarlah masyarakat yang menentukan sosialisasi program yang dilaksanakan Y2,” ujar Yusra yang juga adalah tim pemenangan Y2.

Sementara itu, Yanny Tuuk saat dikonfirmasi menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, Pilbup Bolmong seharusnya mempertaruhkan dan menyosialisasikan program, bukan saling memblokir. “Walaupun calon bupati lain yang datang di Dumoga, khususnya di desa Mogoyunggung (tempat kediaman Yanny) saya tentunya terbuka. Jika perlu saya persiapkan tempat untuk bersosialisasi. Bukan seperti kejadian ini,” ungkapnya.

Disisi lain, Kapolsek Lolak AKP Suharno saat dikonfirmasi melalui Wakapolsek Ipda Budi Priyanto membenarkan kejadian tersebut. “Ya memang benar adanya penghadangan tersebut. Kita sudah turun ke lokasi untuk memantau jangan sampai bersikap anarkis,” tutupnya. (mg1/sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close