
BOLMONG – Acara pesta perkawinan di Desa Mongkoinit Induk Kecamatan Lolak, Senin (10/10) malam, berubah menjadi gaduh. Sunario Nurdin (22) warga setempat, tewas dengan satu luka tikaman yang dilakukan tersangka, Stenly Maitum (20), warga Desa Mongkoinit Barat.
Sementara dua teman Sunario, yakni Rusky Paputungan (20) dan Aswin Oambela (32), tercatat warga yang sama, juga ikut menjadi korban dengan aksi bengis tersangka. Beruntung, dua orang ini hanya mengalami luka ringan akibat sabetan pisau tersangka.
Informasi diperoleh, sebelum kejadian ketiga korban sedang nongkrong di pinggir jalan trans sulawesi. Tiba-tiba, tersangka datang dan mengeluarkan senjata tajam yang diselipkan di pinggangnya. Tanpa basa basi, tersangka langsung menikam para korban.
Namun naas bagi Sunario, yang menjadi korban pertama penikaman, tidak sempat menghindar akibat amukan tersangka. Sedangkan dua teman korban lainnya, meski sempat melarikan diri, tapi masih kena tajamnya pisau. Sontak saja, kejadian itu membuat undangan yang hadir dalam acara tersebut berhamburan keluar.
Oleh warga sekitar, sempat membawa korban ke puskesmas terdekat. Sayangnya, meski sempat mendapat perawatan medis, nyawa korban tak bisa diselamatkan. Korban meninggal dunia sekira pukul 23.30 wita, akibat luka di bagian perut.
“Tidak ada masalah apa-apa dengan tersangka. Sebelum kejadian, tersangka yang mengendarai motornya sempat lalu lalang di depan acara. Kami kaget, tersangka sudah memegang pisau dan main tikam,” ungkap salah satu korban.
Kapolsek Lolak, AKP Suharno, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut mantan Kasat Intel Polres Bolmong ini, tersangka adalah preman kampung dan merupakan mantan residivis yang sering berurusan dengan kepolisian.
“Saat ini, tersangka sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini juga sudah dilimpahkan ke Polres Bolmong,” kata AKP Suharno. (mg2/sal)



