Bolmong

Pemkab Bolmong Maksimalkan Armada Pemadam Kebakaran

BOLMONG – Terlambatnya armada pemadam kebakaran pada peristiwa kebakaran di Pasar Inobonto, Kecamatan Bolaang, Minggu (02/8/2026), menjadi sorotan masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow menjelaskan bahwa keterbatasan armada menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses penanganan di lapangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bolaang Mongondow, Zulfadli Binol, mengatakan saat ini Pemkab Bolmong hanya memiliki tiga unit mobil pemadam kebakaran yang harus melayani wilayah dengan cakupan 15 kecamatan.

Menurutnya, keterbatasan tersebut membuat pemerintah menerapkan strategi pemerataan pelayanan agar respons terhadap kejadian kebakaran dapat menjangkau seluruh wilayah kabupaten.

“Atas kebijakan Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta, dua unit mobil pemadam ditempatkan di wilayah Passi Bersatu dan satunya lagi di wilayab Dumoga Bersatu. Langkah ini diambil agar pelayanan pemadaman bisa lebih cepat menjangkau masyarakat di wilayah tersebut,” ujar Zulfadli, Senin (03/8/2026).

Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir personel Damkar Bolmong bekerja hampir tanpa henti menangani berbagai kejadian kebakaran, mulai dari kebakaran rumah, kebakaran hutan dan lahan, hingga kebakaran besar yang melanda Pasar Inobonto.

Bahkan, satu unit armada pemadam mengalami kerusakan saat diterjunkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Inobonto pada Sabtu (1/8/2026) malam.

“Kerusakan pada armada terjadi saat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Inobonto. Perbaikannya belum selesai, keesokan harinya kembali terjadi kebakaran besar di Pasar Inobonto,” jelasnya.

Meski menghadapi keterbatasan armada, Zulfadli menegaskan proses pemadaman tetap dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Satu unit mobil Damkar dari Pos Passi diterjunkan ke lokasi kejadian. Upaya pemadaman juga diperkuat melalui bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Kotamobagu, satu unit kendaraan Water Cannon milik Kompi Brimob Inuai, serta satu unit mobil pemadam kebakaran milik PT Conch.

“Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Dukungan dari berbagai pihak sangat membantu proses pemadaman sehingga api dapat dikendalikan,” katanya.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi di Pasar Inobonto menghanguskan enam unit kios milik warga dan sekitar 35 lapak pedagang ikan yang berada di area trotoar pasar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Menyikapi musibah tersebut, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Dony Lumenta menyampaikan keprihatinan kepada para pedagang yang terdampak. Pemerintah daerah juga bergerak cepat dengan menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan pendataan korban, menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan bagi para pedagang.

Di sisi lain, Pemkab Bolmong kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman, fasilitas umum, maupun hutan dan lahan.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, memastikan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha dalam kondisi aman, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.

Pemerintah berharap meningkatnya kesadaran masyarakat dapat menekan risiko kebakaran, mengingat dalam beberapa hari terakhir Kabupaten Bolaang Mongondow mengalami serangkaian peristiwa kebakaran, mulai dari kebakaran hutan dan lahan hingga kebakaran besar yang menghanguskan Pasar Inobonto. (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close