Bupati Bolmong Tinjau Padat Karya Pembangunan Jalan Produksi Perkebunan di Desa Tapadaka Satu

BOLMONG – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yusra Alhabsyi SE MSi melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program padat karya pembangunan jalan produksi perkebunan yang dikerjakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat di Desa Tapadaka Satu, Kecamatan Dumoga Tenggara, Senin (08/12/2025). Pembangunan infrastruktur tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025. Program ini menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bolmong dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi guna memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat, khususnya di wilayah sentra perkebunan.

Dalam kunjungannya, Bupati Yusra melihat langsung proses pengerjaan, berdialog dengan para pekerja padat karya, serta memastikan kualitas dan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana. Ia menyampaikan bahwa pembangunan jalan produksi ini memiliki nilai strategis bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat. “Program ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagian dari upaya pemerintah mempermudah akses petani dalam mengangkut hasil kebun dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Bupati. Bupati juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Desa Tapadaka Satu yang terlibat dalam pengerjaan secara swakelola. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah. “Pelibatan langsung masyarakat dalam program padat karya seperti ini memberikan dampak ganda, baik untuk mempercepat pembangunan maupun meningkatkan pendapatan warga,” tambahnya.

Sementara itu, pemerintah desa dan kelompok masyarakat yang mengelola pekerjaan menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Mereka berharap pembangunan jalan produksi tersebut dapat mendukung kelancaran distribusi hasil perkebunan dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Pemerintah Kabupaten Bolmong memastikan bahwa pembangunan infrastruktur berbasis padat karya akan terus menjadi prioritas, terutama di wilayah yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan. (sal)



