Bolmong
Beri Pendidikan Pemilu, KPU Resmikan Rumah Pintar Pemilu

BOLMONG— Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bolaang Mongondow (Bolmong) resmikan rumah pintar pemilu, Rabu (23/5) di kantor KPU Bolmong.
Baloi pomilian dalam bahasa mongondow, ini dihiasi dengan ornamen kas Bolmong, dan ini dibuat bertujuan berbagai program pendidikan pemilih, dan pada sisi yang lain, menjadi wadah bagi komunitas pegiat pemilu membangun gerakan.
Komisioner KPUD Bolmong Deandels Samboadile Devisi SDM dan Partisipasi Masyarakat mengatakan, di rumah pintar pemilu ini, berbagai sarana untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan inspirasi masyarakat tentang pentingnya pemilu dan demokrasi disediakan. “Untuk menjalankan fungsi itu, berbagai hal tentang pemilu dan demokrasi dapat disampaikan melalui penayangan audio visual, ruang pamer, ruang simulasi dan ruang diskusi,” jelas Daendels.
Menurutnya, pada fungsi yang lebih luas, konsep rumah pintar pemilu ini dapat difungsikan menjadi semacam museum mini pemillu. Katanya, rumah pintar pemilu itu menjadi penting untuk menjawab kebutuhan pemilih dan masyarakat umum akan hadirnya sebuah sarana untuk melakukan edukasi nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan. Pemilu diharapkan dapat membentuk generasi bangsa yang mampu menerjemahkan nilai demokrasi sesuai khittahnya. “Jadi, generasi inilah yang selain dapat menjadi pemilih cerdas, juga dapat menjadi pemimpin yang berkualitas dan meiahirkan kebijakan yang memihak pada tujuan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Lanjutnya, materi edukasi yang disajikan dalam rumah pintar pemilu harus memuat sarana untuk memperkenalkan, memberi pemahaman, menanamkan kesadaran dan menginspirasi masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai demokrasi. “Sarana itu dapat berupa sejarah, proses kepemiluan, dan simulasi proses pemilihan. Rumah demokrasi juga harus dapat menjadi wadah bagi komunitas pegiat pemilu dalam melahirkan gagasan pembaruan dan perbaikan proses politik dan demokrasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua KPU Bolmong Fahmi Gobel
menjelaskan secara singkat proses perjalanan sejarah pemilihan umum sampai pada tata cara pemilihan umum tahun 2019. “Jadi, alasan kenapa rumah pintar pemilu dibuat, sasarannya kepada pemilih pemula agar memahami secara mendalam terkait pemilu. Berharap Gobel peserta sosialisasi dan perwakilan komunitas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat mengerti dan memahami proses pemilu,” harapnya.
Lanjutnya, pada rumah pintar pemilu, terdapat sejarah pemilihan umum di Indonesia, sejak tahun 1955 sampai sekarang. Dimana kala itu masih ada partai komunis, proses penyelenggara pemilu, sistem pemilihan umum di dunia. “Penjelasan saat melakukan pemilihan umum dan berbagai informasi seputar pemilu,” katanya memgakhiri.
Sekadar diketahui, hadir dalam kegiatan itu komisioner KPU Bolmong, Ketua Kpu Bolmong Fahmi Gobel, Deandels Samboadile, Isnaidin Mamonto, Rully Halaa, dan Lilik Mahmuda. Serta para tamu undangan yang mewakili wilayah dan komunitas. (Ind)




